Sulawesi Selatan

Tongkonan – Fakta Rumah Adat Tana Toraja

Tongkonan Toraja

Lokasi: Sillanan, Kec. Mengkendek.
MapCek Lokasi

Keaneka ragaman Indonesia tidak hanya dari wisata, kuliner dan bahasa. Tetapi bahkan dari rumah-rumah adat bisa menjadi kekayaan yang tak ternilai. Apalagi Indonesia memiliki suku yang beragam seperti Sulawesi. Keindahan dan kemegahan dari rumah adat ini tidak hanya menjadi simbol kemegahan tetapi juga pengingat adanya leluhur yang berasal dari Toraja.

Jika Anda ingin berlibur ke Tana Roraja memang rasanya tidak akan ash jika berfoto tanpa latar belakang rumah tradisional ini. Anda bisa melihat bagaimana material kayu, hiasan ukiran rumah dan juga tanduk kerbau yang ada di rumah adat ini. Tentu keindahan rumah tradisional ini penuh estetika. Dinamakan dengan Tongkonan, rumah Tana Toraja penuh dengan hiasan.

Mengenal Tongkonan, Rumah Pengingat Leluhur

Mengenal Tongkonan, Rumah Pengingat Leluhur

Image Credit by Pesona.travel

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa rumah Tongkonan ini memang menjadi salah satu pengingat akan leluhur pelaut. Masyarakat Toraja memang dikenal sebagai pemegang teguh adat dan juga budayanya. Salah satunya ialah Tongkonan. Rumah adat ini terbuat dari kayu yang diketahui tumbuh banyak di Sulawesi. Namanya adalah Kayu Uru.

Atap dari rumah ini terbuat dari bambu dengan ciri khas yang unik. Tepatnya bentuknya menyerupai perahu dan menjadi pengingat bahwa leluhur masyarakat Toraja sendiri menggunakan perahu agar bisa sampai di Sulawesi.

Di bagian dalam rumah adat ini juga terbagi menjadi tiga bagian. Pertama adalah bagian selatan, tengah dan utara. Ada fungsi dari masing-masing bagian rumah. Untuk rumah bagian selatan disebut Sumbung dan diperuntukkan ketika ada pertemuan keluarga, dapur dan juga tempat meletakkan orang yang sudah meninggal.

Di bagian utara menjadi ruang tamu, tempat meletakkan sesaji dan tempat tidur anak-anak. Konon memang filosofi pembagian ruang ini tak boleh dilanggar karena bisa menyebabkan adanya petaka. Kepercayaan ini masih begitu terasa di masyarakat setempat.

Hiasan Lambah Status Sosial di Rumah Tongkonan

Hiasan Lambah Status Sosial di Rumah Tongkonan

Image Credit by Indonesiakaya.com

Jika Anda melihat adanya patung kepala kerbau di bagian atas rumah, tak perlu heran. Sebab hal ini sudah menjadi ciri khas. Bukan hanya menjadi hiasan saja. Kepala kerbau ini terdiri dari tiga warna yaitu putih, hitam dan belang atau disebut bule. Ada makna tersendiri yaitu kemampuan ekonomi dari sang pemilik rumah.

Setiap upacara adat yang ada di Tana Toraja, mereka selalu menggunakan kerbau sebagai hewan kurbannya. Harga satu kerbau hitam diperkirakan mencapai Rp. 60.000.000 per ekor. Sementara untuk kerbau bule atau belang bisa mencapai Rp. 600.000.000 per ekor hingga 1 Milliar rupiah. Semakin banyak tanuk kerbau maka semakin tinggi derajat dari keluarga tersebut.

Ada juga di beberapa rumah yang memiliki patung tambahan yaitu berupa kepala ayam atau naga. Hal ni menandakan kalau pemilik rumah merupakan orang yang dituakan di tempat tersebut. ketika mereka membangun rumah Tongkonan maka akan selalu diadakan sebuah pesta yang meriah.

Lambang Kemakmuran di Rumah Tongkonan

Lambang Kemakmuran di Rumah Tongkonan

Image Credit by Holamigo.id

Rumah Tongkonan memiliki bagian lumbung. Dulu di bagian bawah rumah Tongkonan merupakan kandang kerbau. Inilah alasan mengapa rumah adat tersebut dibuat seperti panggung. Sementara di bagian depan Tomgkonan juga dibangun alang atau lumbung. Alang ini memiliki lambang ukiran ayam dan juga matahari di atas bangunan disebut sebagai kemakmuran dari orang Toraja. Tidak hanya ada satu melainkan alang bisa dibangun sesuai dengan jumlah keturunan keluarga tersebut.

Pemilik rumah akan meletakkan padi yang masih bertangkai di dalam alang bahkan juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang berharga. Tokonan dan alang sendiri dibangun dengan berhadapan sesuai dengan arah utara dan juga selatan. Dari kedua bangunan ini berperan sebagai pengganti orang tua. Sementara Tongkonan sendiri berperan sebagai ibu dan Alang sebagai bapak.

Fakta Unik Rumah Tongkonan di Tana Toraja

Fakta Unik Rumah Tongkonan di Tana Toraja

Image Credit by Travelingyuk.com

  1. Makna bagi Suku Toraja

Tongkonan berasal daari kata Tongkon yang berarti duduk. Fungsi dari tongkonan sendiri adalah pusat pemerintahan, strata sosial dan kekuasan dalam elemen suku Toraja. Kepemlikan Tongkonan sendiri memang bukan dimilki secara pribadi atau per orangan. Tetapi Tongkonan merupakan warisan dari nenek moyang yang nantinya hanya bisa diwariskan secara turun temurun oleh marga dari suku Toraja.

  1. Ukiran yang Bermakna

Tongkonan juga memiliki ukiran yang berwarna di dinding-dindingnya. Ukiran ini menggunakan 4 dasar warna yaitu warna hitam, merah, putih dan juga kuning. Untuk masyarakat Toraja sendiri warna ini memilii makna tersendiri. Warna hitam melambangkan adanya kematian atau duka. Sementara warna merah melambangkan kehidupan dan warna kuning melambangkan sebuah kekuasaan Tuhan. Terakhir, warna putih berarti kesucian.

  1. Anggota Keluarga yang Meninggal Tak Langsung Dikubur

Sebelum dikuburkan, anggota keluarga yang meninggal di sana harus melakukan upacara yang disebut dengn penyempurnaan ketian. Upacara kematian ini juga untuk menghormati dan juga menghantarkan arwah orang meninggal menuju alam keabadian dengan para leluhur. Nantinya sebelum disemayamkan, jenazah tersebut akan disimpan di Tongkonan sebelum dilakukan proseesi penguburan.

Penyimpanannya memang di lumbung dan dibalsem agar tetap awet. Tiang-tiang rumah ada dari Tana Toraja ini juga dibuat dari batang pohon palem yang licin. Tikus tidak akan mudah naik ke lumbng. Nanti sebelum memindahkan jenazah, butuh biaya yang cukup banyak yang bahkan upacaranya mirip dengan pesta karena melibatkan seluruh warga setempat.

Nantinya di upacara ini piak keluarga harus membungkus jenazah dan membubuhkan ornamen benang emas dan perak di peti jenazah. Penurunan jenazah dari lumbung untuk nantinya disemayamkan ke peristirahatan terakhir.

Dari rangkaian upacara, pihak keluarga nantinya harus melakukan atraksi budaya seperti misalnya adu kerbau, pentas musik dan juga tarian Toraja hingga adanya penyembelihan kerbau bule Tedong Bonga. Semua jenazah harus mengikuti serangkaian proses ini karena mereka yang meninggal baru dianggap benar-benar meninggal jika memang prosesi upacara sudah seluruhnya digenapi.

Bentuk Rumah Tongkonan

Bentuk Rumah Tongkonan

Image Credit by Jokar.com.au

Mungkin Anda membayangkan bagaimana bentuk rumah adat yang istimewa ini. Rumahnya berbentuk rumah panggung dan berdiri kokoh dengan topangan balok kayu besar di bagian bawah. Balok kayu ini ditempatkan vertikal untuk bisa menyangga bilah kayu yang fungsinya sebagai rangka di bagian bawah.

Sementara di atasnya ada bilah kayu yang ditempatkan membentuk kerangka persegi. Bilah-bilah ini berkaitan dan atap rumah Tongkonan bentuknya mirip dengan perahu dan banyak tanduk kerbau yang digantung di bagian depannya. Sementara di deretan rumah adat akan berhadapan dengan lumbung atau alang.

Di Desa Adat Kete Kesu di Toraja Utara, ada sebuah Tongkonan yang dijadikan sebagai museum dengan nama Museum Indo’ Ta’dung atau MIT. Nama ini diambil dari seorang pengibar bendera merah putih pertama yang ada di Toraja yakni Indo’ Ta’dung. MIT ini berada di dalam rumah Tongkonan Rura Lompo. Seolah seperti manusia, Tongkonan memiliki pasangan atau Balinna yang diberi nama Tarra.

Tidak hanya berpasangan dengan sesama Tongkonan tetapi rumah adat tersebut juga memiliki konsep kepercayaan dengan pasangan yang bukan Tongkonan. Pasangan Tongkonan jika secara vertikal adalah liang atau kuburan. Untuk pasangan secara horizontal adalah alang.