6 Makanan Khas Sidrap yang Wajib Anda Coba

Makanan Khas Sidrap

Sidenreng Rappang merupakan daerah bersatunya dua kerajaan besar di masa silam. Sidrap juga dikenal memiliki sederet makanan khas yang siap memanjakan lidah Anda.

Sidenreng Rappang atau yang dikenal dengan nama Sidrap ini berjarak sejauh 200 km dari Kota Makassar. Berawal dari dua kerajaan yang sangat dekat, akhirnya kabupaten ini bersatu jadi kabupaten yang memiliki penduduk cukup padat. Daerah ini terkenal dengan Lumbung Padi memiliki beragam destinasi wisata yang menarik. Saat berkunjung, Anda tidak boleh melewatkan kulinernya yang sangat khas. Berikut deretan wisata kuliner di Sidrap yang menggugah selera.

1. Nasu Palekko

Palekko

Image Credit: Seruni.id

Bagi para pecinta cita rasa pedas, tak ada salahnya mencicipi hidangan yang memakai bahan dasar bebek ini. Sering kali makanan khas Bugis ini juga memakai itik dan ayam sebagai kreasi unik. Akan tetapi, perbedaan bahan dasar yang dipakai akan memengaruhi hasil akhir dari masakan tersebut sehingga cita rasa serta tekstur daging yang dihasilkan pun berbeda.

Makanan ini pada dasarnya memakai daging bebek yang dicincang, bahkan juga memakai leher dan jeroan bebek. Kedua bahan tambahan tersebut ternyata mampu membuat cita rasa masakan semakin nikmat. Tak heran, banyak orang yang menyukai rasa yang disuguhkan baik dari dalam kota maupun luar kota hingga ke mancanegara.

Untuk menghidangkan satu porsi Nasu Palekko, banyak hal yang harus dipersiapkan agar cita rasanya tetap terjaga. Mulai dari bumbu yang dipakai, takaran cabai rawit hingga pilihan daging bebek yang dipakai. Daging bebek dipotong saat ada pembeli yang memesannya agar kualitas daging tetap segar. Meskipun begitu, Anda harus rela menunggu sedikit lebih lama.

Tak hanya itu, usia bebek juga sangat diperhatikan agar kualitas dagingnya tidak berubah. Bebek yang dipakai untuk sajian Nasu Palekko setidaknya berusia tujuh bulan hingga satu tahun. Usia hewan yang dipakai sebagai bahan dasar ini ternyata mampu mempengaruhi rasa serta tekstur daging, sehingga para penjual harus memilih bebek secara cermat.

Bila Anda takut makanan ini akan terasa amis, maka kekhawatiran itu tidak perlu dipikirkan. Pasalnya, bebek telah diolah dengan sangat baik sehingga aroma amisnya telah hilang. Bau ini bisa dihilangkan dengan memakai asam jawa, cuka, atau rasa asam dari penggunaan mangga yang telah dikeringkan. Dengan begitu, rasa Nasu Palekko akan terasa tetap nikmat.

BACA JUGA:  Indahnya Pantai Pusahelu, Surga Bahari Tersembunyi di Bulukumba

2. Kue Apang

Kue Apang

Image Credit: Instagram.com @raja_apang_bugis

Kue khas Bugis satu ini lebih dikenal oleh masyarakat Jawa dengan nama Apem. Seperti di Jawa, keberadaan kue Apang sempat sulit ditemukan. Anda dapat menjumpainya di acara acara sakral karena kue ini memiliki makna yang sangat dalam. Apang melambangkan suatu harapan agar masyarakat Bugis memiliki kehidupan yang aman dan tentram.

Selama beberapa lama, kue yang berwarna cokelat ini sempat kalah dengan kue kue lainnya. Akan tetapi, justru akhir akhir ini banyak yang mencari Apang sebagai santapan di pagi atau sore hari. Banyak orang yang menjadikannya sebagai santapan sarapan sebelum memulai aktivitas, karena makanan dengan sumber karbohidrat terasa sangat berat untuk sebagian orang.

Kue ini dibuat dari tepung beras dan dikombinasi dengan gula merah atau gula aren. Oleh sebab itu, warnanya cenderung lebih kecoklatan daripada apem yang ada di Jawa. Anda bisa menyantapnya dengan kelapa parut yang masih segar cita rasanya semakin kaya. Setiap gigitan kue Apang akan terasa lembut, manis, dan gurih yang menjadi satu di dalam mulut.

Saat ini, penjual kue Apang telah mudah ditemukan di setiap sudut kota Sidrap. Harga yang dibanderol untuk satu kue berbentuk segitiga atau kotak ini sekitar seribu rupiah. Tentu bukan harga yang mahal untuk santapan bersama kopi atau teh di pagi hari. Uniknya, Anda tidak akan merasa lapar hingga siang hari setelah menyantap satu potong kue Apang.

3. Cawiwi

Cawiwi

Image Credit: Google Maps (Muhlis Dachlan)

Berlibur ke daerah Sulawesi Selatan tentu tidak lengkap bila tidak bertandang ke Sidrap. Kabupaten ini memiliki makanan khas yang tidak bisa Anda temui di tempat lain seperti Cawiwi. Makanan satu ini disajikan dengan cara digoreng yang menonjolkan daging segar, panas, dan cita rasa yang tak biasa. Tentu Anda tak boleh melewatkannya.

Menu makanan yang digoreng, seperti ayam, bebek, atau itik tentu sudah sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Lain halnya dengan Belibis goreng yang hanya bisa Anda temukan di daerah Pangkajene. Belibis atau yang biasa disebut Cawiwi ini merupakan unggas sejenis itik yang diolah dengan sangat nikmat oleh masyarakat Sidrap.

Satu porsi Cawiwi dapat Anda peroleh dengan harga 16 ribu hingga 22 ribu rupiah. Anda bisa memilih bagian paha atau dada untuk satu porsi hidangan yang mampu menggoyang lidah ini. Uniknya, menu yang Anda pesan sudah termasuk satu potong Belibis goreng, nasi, dan sup ayam yang sangat nikmat. Dengan begitu, harga tersebut termasuk kategori sangat terjangkau.

BACA JUGA:  Danau Towuti, Danau Purba yang Menawan di Luwu Timur

Bagi para pecinta cita rasa pedas, Anda tak perlu khawatir karena tersedia sambal sebagai pelengkapnya. Beberapa rumah makan di Sidrap telah menyediakan sambal yang pedas untuk menemani satu potong Belibis goreng. Para wisatawan yang datang untuk mencicipi satu porsi hidangan unik ini tentu tidak akan menyesal karena rasanya yang sangat enak.

4. Sokko Bolong

Sokko Bolong

Image Credit: Sulseslku.com

Mengintip makanan khas dari Sidenreng Rappang memang tidak lengkap bila tak mengulas Sokko Bolong. Hidangan satu ini mirip dengan papeda yang berasal dari Papua, tetapi Anda akan menjumpai sajian yang sangat berbeda. Papeda dibuat dari sagu, sedangkan Sokko Bolong ini memakai ketan sebagai sajian utamanya.

Uniknya, makanan ini terdiri atas dua jenis yang berbeda yaitu Sokko Bagadang dan Sokko Bolong. Keduanya memakai ketan yang tak sama, yaitu ketan putih dan ketan hitam. Akan tetapi, sajiannya tetap sama dengan memakai ikan kuah santan yang sangat nikmat. Cita rasa makanan ini menonjolkan rasa pedas dari lauk pauk ikan tersebut.

Beberapa rumah makan juga menyajikan Sokko Bolong dengan telur asin, serundeng, sambal, dan olahan teri sebagai pelengkapnya. Dengan begitu, sajian yang dibanderol dengan harga 12 ribu rupiah ini mampu mengenyangkan perut Anda. Tak hanya kenyang, para penikmat Sokko Bolong dijamin akan ketagihan dengan cita rasa yang disuguhkan.

Salah satu kunci cita rasa yang nikmat dari makanan ini justru dari pemilihan ikan yang dipakai. Biasanya, masyarakat Bugis memakai ikan duo atau penja palu yang memiliki dapat menyebabkan kuahnya terasa gurih. Tak hanya mengandalkan cita rasa ikan, Sokko Bolong juga memakai kelapa parut sebagai taburannya agar setiap cita rasanya semakin kaya dalam tiap suapan.

5. Becce Laung

Becce Laung

Image Credit: Merdeka.com

Nama makanan dari Sidrap satu ini sangat unik, karena kata Becce memiliki makna gadis dan Laung bermakna lama. Hal tersebut melambangkan bahwa Becce Laung dulunya dibuat oleh perempuan dan makanan ini mampu bertahan lama. Tak heran, pada zaman dahulu camilan ini sering kali dijadikan bekal oleh mereka yang akan berangkat haji atau mahasiswa yang merantau.

BACA JUGA:  Pesona Keindahan Alam Pantai Lowita di Pinrang

Becce Laung dikenal dan sangat akrab dengan masyarakat Sidrap, tetapi warga Makassar mengenalnya dengan nama Sakko Sakko. Makna dari Sakko Sakko, yaitu tersedak karena bentuknya yang seperti butiran membuat banyak orang tersedak. Terutama saat Anda memakannya dengan cara menghirupnya melalui hidung, sehingga butiran tepungnya ikut terhirup.

Bahan yang dipakai untuk menyajikan hidangan ini cukup sederhana, yaitu beras yang sudah digiling, kelapa muda, dan garam. Tepung beras ini dicampur dengan kelapa muda yang sudah tidak memiliki kulit ari dan diparut memanjang. Tambahkan satu sendok teh garam agar cita rasanya semakin nikmat, lalu adonan tersebut disangrai hingga matang.

Setelah makanan ini berubah warna menjadi kecoklatan, Anda bisa menyajikannya sebagai camilan. Tak lupa tambahkan gula pasir agar rasanya semakin pas dan minuman hangat. Minuman ini diperlukan agar Anda tidak tersedak karena butirannya yang terlalu halus. Anda bisa menyajikannya bersama teh, kopi, atau minimal air putih.

6. Roti Berre

Roti Berre

Image Credit: Instagram.com @beppa_beppa

Menyantap kuliner khas Sidrap, Anda bisa memilih Roti Berre untuk menu sarapan yang lebih ringan. Roti ini berbentuk bulat dan berwarna putih, sehingga secara visual mirip dengan surabi. Akan tetapi, di sisi yang lain akan tampak kecoklatan karena dimasak di atas wajan yang ditutup dengan bahan dari tanah liat, sehingga aroma yang melekat sangat unik.

Bahan dasar yang dipakai untuk membuat satu sajian ini, yaitu tepung beras dan pisang. Paduan keduanya cocok sebagai santapan di pagi hari dengan teh hangat sebelum Anda memulai aktivitas. Jajanan tradisional ini bercita rasa gurih, sehingga bisa Anda tambahkan gula aren untuk menambahkan rasa manis agar rasanya semakin sempurna.

Saat ini, para pemburu kuliner bisa mencari Roti Berre di beberapa pasar tradisional dengan harga yang terjangkau. Satu biji Rober dibanderol dengan harga dua ribu rupiah, sehingga sangat aman di kantong masyarakat Sulawesi Selatan. Uniknya, Anda hanya menemukan roti ini di tiga wilayah Sulsel, salah satunya Sidenreng Rappang.

Berlibur ke Kabupaten Sidenreng Rappang tak hanya menikmati wisata sejarahnya. Anda juga wajib mencicipi kuliner atau makanan khas Sidrap yang tak bisa ditemukan di daerah lain. Ada beberapa makanan khas yang memakai bahan unik serta menyuguhkan cita rasa berbeda. Tak heran, banyak orang yang mengincar olahan serupa saat bertandang ke daerah ini.