6 Makanan Khas Muna yang Unik dan Terkenal Lezat

Makanan Khas Muna

Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara tidak hanya memiliki pantai yang indah, tetapi memiliki kuliner unik dan khas yang wajib dicicipi. Inilah rekomendasi makanan khas Muna yang terkelan dengan cita rasanya.

Kabupaten Muna yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki berbagai jenis hasil tani dan perkebunan yang berkualitas. Salah satu yang terkenal adalah kacang mente. Selain itu, Kabupaten Muna juga memiliki berbagai makanan khas. Makanan-makanan ini juga menggunakan hasil tani dari masyarakat dan bahkan sudah menjadi makanan pokok.

Kuliner Muna memang memiliki beberapa kemiripan dengan jenis makanan di daerah lain di Sulawesi Tenggara, baik dari bahan, pembuatan, maupun cara mengkonsumsinya. Meski demikian, makanan Muna memiliki perbedaan dan ciri khas tersendiri, juga menjadi makanan favorit yang sering dikonsumsi oleh masyarakat di sana.

Kabupaten ini memang memiliki pantai-pantai yang indah sebagai daya tarik wisatawan. Meski demikian, tidak hanya wisata bahari saja, Anda juga dapat berwisata dengan mencicipi kuliner khas Muna jika sedang berkunjung. Berbagai jenis menu makanan dapat Anda temukan dengan mudah di Raha yang merupakan ibukota Kabupaten Muna.

1. Katumbu Gola, Olahan Jagung

Katumbu Gola
Image Credit: Facebook.com (Lina Marlina)

Katumbu gola sudah populer dan menjadi makanan khas Muna bahkan sejak masih zaman kerajaan. Makanan ini berbahan dasar jagung yang sudah tua dan baru dipanen karena menggunakan jagung yang lebih muda dan disimpan di lumbung akan membuat cita rasa menjadi berbeda. Bahan dasar jagung ini kemudian dicampur dengan gula pasir atau gula merah.

Memang, jagung merupakan makanan pokok pengganti nasi di Indonesia. Salah satunya di wilayah Muna. Karenanya banyak banyak sekali makanan dengan olahan jagung yang menjadi makanan utama. Salah satu makanan tradisional yang menggunakan bahan dasar jagung adalah Katumbu gola ini dan sangat digemari. Biasanya masyarakat memasaknya saat panen jagung.

Katumbu Gola sangat mudah dimasak sehingga masyarakat sering memasaknya langsung di kebun. Katumbu gola ini unik karena menggunakan kulit jagung sebagai bungkusnya. Menurut masyarakat di sana, menggunakan kulit jagung akan membuat aroma jagung semakin kuat. Sebaliknya, menggunakan pembungkus lain hanya akan mengurangi atau bahkan menghilangkan aroma jagung yang khas.

Masyarakat Muna juga menjaga aroma jagung pada katumbu dengan mengukusnya menggunakan tungku kayu bakar walaupun harus membutuhkan waktu yang lebih lama. Meskipun dengan menggunakan kompor air kukusan akan jauh lebih cepat mendidih, namun aroma jagung juga akan cepat menghilang.

Masyarakat sekitar percaya jika dengan memakan katumbu gola dapat mengenyangkan perut dan menambah stamina kerja. Selain itu menurut penelitian, jagung mengandung serat tinggi , vitamin B kompleks, serta antioksidan, juga zat-zat lain yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, selain enak, katumbu gola juga merupakan makanan yang menyehatkan.

2. Kambuse, Olahan Jagung

Kambuse
Image Credit: Facebook.com @abas.qhamony

Kambuse juga merupakan olahan jagung yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Muna, bahkan selalu disajikan sebagai makanan sehari-hari maupun acara adat. Makanan ini sangat disukai masyarakat Muna baik dewasa maupun anak-anak. Kambuse juga menggunakan jagung yang sudah tua, biji jagung juga tidak memiliki kulit tipis yang menyelimuti.

Memasak kambuse sangat sederhana. Jagung direbus kemudian ditambahkan dengan serbuk kapur. Takaran serbuk kapur tidak bisa sembarangan. Jika menggunakan takaran yang pas, maka kulit jagung akan mudah terkelupas. Sedangkan jika terlalu banyak, maka kambuse tidak bisa dimakan. Tidak adanya kulit jagung ini yang akan membuat olahan dari kombose jadi lebih lembut.

Setelah direbus, kambuse harus dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa-sisa kapur. Setelahnya bisa langsung dimakan atau diolah lagi. Masyarakat Muna biasanya memakan kambuse dengan hidangan lain seperti sayur berkuah atau dengan ikan bakar. Saat ini bahkan ada inovasi lain dalam menyantap kambuse yaitu dengan menggunakan kuah santan dan salad buah.

Meskipun memiliki tekstur yang lembut, terkadang orang-orang tua masih tidak bisa mengunyah kambuse. Karenanya, kambuse harus dihaluskan terlebih dahulu. Biasanya kambuse akan dihaluskan dengan cara ditumbuk di dalam sebuah lesung. Jika tidak, kambuse akan digiling dengan menggunakan alat tradisional yang disebut kagiling.

Karena merupakan makanan yang sangat umum di Muna, Anda akan sangat mudah menemukan makanan ini. Di warung-warung ataupun restoran di Muna biasanya menyajikan menu yang satu ini. Anda bahkan juga dapat berbaur dengan masyarakat dan belajar langsung bagaimana cara pembuatan makanan khas yang satu ini.

3. Kabuto, Olahan Singkong

Kabuto
Image Credit: Ksmtour.com

Bertekstur kenyal dan rasa yang khas, kabuto adalah salah satu makanan tradisional Muna dengan menggunakan bahan dasar singkong atau ubi kayu yang telah dijemur sampai kering. Makanan ini telah menjadi pengganti nasi sejak zaman dahulu. Karenanya sampai saat ini masih menjadi makanan yang banyak dikonsumsi.

Cara membuat kabuto sangat mudah. Singkong atau ubi kayu yang sudah kering atau biasa disebut kokombo dipotong kecil lalu direndam air selama kurang lebih 8 jam agar bertekstur kenyal. Setelah itu ditiriskan sebelum kemudian dikukus selama 20 menit. Taburkan garam jika sudah matang. Kabuto dapat dikeluarkan dari panci lalu di hidangkan bersama pelengkap seperti taburan kelapa dan ikan asin.

Sekilas makanan ini mirip dengan makanan khas Yogyakarta, yaitu gathot. Bahan yang digunakan juga sama. Keduanya juga menggunakan parutan kelapa sebagai taburan. Akan tetapi, jika gathot memiliki menggunakan garam agar terasa asin dan tambahan gula merah untuk merasa manis, kabuto menggunakan ikan asin sebagai pelengkap.

Kabuto sangat nikmat dan membuat perut kenyang. Selain itu, kabuto juga dipercaya dapat mencegah penyakit pencernaan seperti maag. Makanan ini akan mudah dijumpai jika Anda mengunjungi pesisir pantai Muna. Harganya juga sangat terjangkau. Biasanya hanya dijual seharga Rp 5.000 per porsi sudah dengan tambahan lauk berupa ikan asin.

4. Lapa-Lapa, Olahan Beras

Lapa-Lapa
Image Credit: Ksmtour.com

Lapa-lapa sebenarnya tidak hanya menjadi makanan tradisional khas di Muna, namun juga daerah lain di Sulawesi Tenggara. Nama makanan ini di setiap daerah juga sama. Bahan dasar, cara memasak, dan bahan dasar lapa-lapa juga tidak berbeda. Bentuknya memanjang dan terlihat seperti pipa.

Lapa-lapa ini biasa disajikan pada saat-saat tertentu seperti acara adat, hari raya, acara pernikahan, atau sajian untuk tamu penting. Berbahan dasar beras yang dicampur dengan santan lalu direbus setengah matang. Setelah dingin, olahan dibungkus janur kelapa dan diikat dengan batang pisang kering atau tali sebelum kemudian dimasak lagi hingga benar-benar matang.

Rasa dari lapa-lapa nikmat dan gurih karena menggunakan santan. Lapa-lapa akan disajikan dengan opor ayam atau sate. Di Sulawesi Tenggara sendiri, lapa-lapa juga biasa disajikan dengan menggunakan sate pekoa atau sate kerang air tawar.

5. Kasoami, Olahan Singkong

Kasuami
Image Credit: Facebook.com (Rusli Bombo Bombo)

Singkong merupakan salah satu tumbuhan yang tumbuh subur di Sulawesi Tenggara, termasuk juga di daerah Muna. Oleh karena itu, banyak sekali makanan dari sana yang berbahan dasar singkong sebagai pengganti beras. Salah satu makanan khas yang terbuat dari singkong dan banyak dikonsumsi masyarakat Muna adalah Kasoami.

Kasoami biasanya berbentuk kerucut, sekilas tampak seperti tumpeng atau gunungan. Hanya saja kasoami lebih kecil dibandingkan tumpeng biasanya. Kasoami berwarna putih kekuningan dan berbahan dasar parutan singkong, ketela pohon, atau ubi kayu yang dikeringkan dengan cara dijemur.

Kasoami diolah dengan cara direbus lalu disaring menggunakan saringan khusus yang terbuat dari anyaman bambu. Ubi yang halus dimasukkan dalam cetakkan berbentuk kerucut dan dimasak kembali. Cara memasaknya dengan dikukus selama kurang lebih 15 menit sampai kasoami matang dan siap dimakan.

Kasoami ini biasanya disajikan dengan sayur atau olahan ikan sebagai lauk. Kaosami sangat enak dimakan dengan lauk ikan asin, ikan goreng, ataupun ikan bakar. Memang, wilayah Muna yang memiliki banyak pantai membuat ikan menjadi lauk yang sangat digemari. Kasoami juga biasa disajikan saat acara-acara penting. Kasoami biasanya menjadi makanan utama dibanding beras atau jagung.

6. Kaparende

Kaparende
Image Credit: Facebook.com @vheny.ayulestari

Jika berkunjung ke Muna, maka akan terasa kurang jika belum mencoba Kaparende yang merupakan kuliner berkuah yang sangat nikmat. Dengan menggunakan bumbu-bumbu alami yang khas tanpa tambahan bahan pengawet dan ayam galoh yang sangat lezat, makanan satu ini sudah tentu wajib untuk dicicipi.

Tidak hanya ayam, kaparande juga terkadang dimasak dengan menggunakan ikan. Keduanya dimasak dengan cara yang hampir sama. Kaparende dengan menggunakan daging ayam hanya membutuhkan garam dan kedondong untuk menambah rasa asam. Kemudian bahan ini dimasak dengan cara menuangkan air putih dan mencampur adukan garam dan daun kedondong.

Rasa asam pada kaparende sangat khas, sehingga harus ada. Jika tidak ada daun kodondong, maka anda bisa menggantinya dengan daun asam. Kemudian kaparende dapat disuguhkan dengan lapa-lapa atau ketupat. Biasanya makanan ini dijumpai saat puasa atau hari raya, namun Anda bisa memasaknya sendiri di rumah kapan saja.

Setiap daerah di Indonesia memang selalu memiliki beragam makanan khas yang unik. Sulawesi Tenggara juga memiliki banyak makanan khas. Salah satu daerah dengan makanan yang unik adalah Muna. Anda mungkin tidak akan menemukan menu-menu khas kabupaten ini di tempat lain, karenanya Anda tidak boleh melewatkan wisata kuliner dan merasakan sendiri nikmatnya makanan tradisional Indonesia Timur ini.