Kampung Bajo Mola, Keunikan Rumah Suku Bajo di Laut Wakatobi

Kampung Bajo Wakatobi

Kampung Bajo Mola merupakan perkampungan suku Bajo di Wakatobi yang memiliki cara hidup yang unik. Kampung ini berada di Pulau Wangi-Wangi dan penduduknya dikenal sebagai sang pengembara laut.

Harga Tiket: -, Jam Operasional: 24 Jam, Alamat: Pulau Wangi-Wangi, Kab. Wakatobi, Sulawesi Tenggara; Map: Cek Lokasi

Suku Bajo merupakan suku yang hidup di bagian pulau Wangi-wangi Wakatobi. Perkampungan Suku Bajo berada mengapung di atas laut. Sehingga warga kampung tersebut kehidupannya juga bergantung pada hasil laut.

Selain itu, warga suku bajo sudah menempati kampung terapung ini sejak tahun 1600-an. Kehidupannya yang jarang akrab dengan orang-orang di darat membuatnya terkenal sebagai orang yang primitif. Namun, uniknya adalah hasil laut Suku Bajo Justru lebih baik ketimbang orang darat.

Kampung Bajo menjadikan timbunan karang sebagai alas untuk mengapung diatas laut dan memanfaatkan jembatan kayu agar bisa terhubung ke darat. Meskipun kehidupannya di laut kampung bajo terkenal sangat bersih dan kaya akan hasil laut. Pengunjung pun bisa menikmati hasil lautnya.

Daya Tarik yang Dimiliki Kampung Bajo

Daya Tarik Kampung Bajo

Image Credit: Facebook.com @muiztickh.doank

1. Asal Usul Suku Bajo

Sebenarnya Suku Bajo menyebar di seluruh Indonesia, tapi ia merupakan suku yang berasal dari Kepulauan Sulu di negara Filipina. Awalnya suku ini hidupnya nomaden di atas lautan. Namun, waktu demi waktu membuat suku ini tersebar di Indonesia terutama bagian timur.

Yang paling terkenal sebagai wisata adalah kampung Bajo Wakatobi yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara. Sebab tempat ini sangat cocok untuk berlibur bagi pecinta laut apalagi Seafood. Di tempat ini pengunjung di perbolehkan menangkap hasil laut dan memakannya loh.

Namun, untuk sampai ke tempat ini Anda harus menggunakan perahu. Penduduk sana pun juga menggunakan perahu sebagai alat transportasi mereka. Dengan begitu Anda bisa menikmati keindahan Bahari Kampung Bajo ini.

2. Keunikan Suku Bajo

Suku yang menempati Kampung Bajo ini memiliki kebiasan yang cukup unik. Kehidupannya yang menyatu dengan laut membuat suku ini bermata pencaharian sebagai seorang nelayan. Namun bukan itu yang membuatnya unik tetapi beberapa hal lain.

Hal-hal yang membuat kampung ini unik yaitu orang-orang suku Bajo asli bisa menyelam di atas rata-rata tanpa kacamata renang sekalipun. Mereka bisa bertahan dalam waktu yang relatif lama untuk seorang penyelam tanpa alat, yakni 13 menit. Hal ini mungkin disebabkan suku Bajo sudah sangat akrab dengan lautan sejak mereka masih kecil.

BACA JUGA:  6 Wisata Pantai di Pulau Buton yang Paling Hits

Bukan itu saja, orang-orang asli Suku Bajo juga menyelam dengan kedalaman 70 meter. Sangat dalam sekali bukan? Hal ini juga membuat para peneliti dari luar negeri datang untuk meneliti Kampung Bajo Wakatobi ini.

Menurut para peneliti tersebut, Suku Bajo adalah manusia pertama yang bisa beradaptasi secara turun temurun. Sebab, kebiasaan suku ini saat menyelam membuat orang asli suku ini memiliki limpa 50% lebih besar dari orang biasa.

3. Keramahan Warga Suku Bajo

Suku Bajo di perkampungan ini memiliki tingkat keramahan yang tinggi. Pengunjung pun akan betah jika ada di tempat ini. Baik ibu-ibu maupun anak-anak sangat ramah kepada para wisatawan.

Tak hanya kepada wisatawan, keramahan pun di tunjukkan Suku Bajo terhadap lingkungan di sekitarnya. Lingkungan tersebut sangat bersih tak ada sampah yang berserakan. Airnya juga nampak jernih dan segar.

Alamat, Rute Lokasi & Estimasi Biaya ke Kampung Bajo

Alamat Kampung Bajo

Image Credit: Instagram.com @theo_prapanca

Kampung Bajo terletak di Pulau Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi provinsi Sulawesi Tenggara. Untuk datang ke tempat ini Anda bisa menggunakan pesawat dari kota Kendari maupun menggunakan jalur laut di Baubau. Adapun travel yang bisa mengajak tour ke Wakatobi.

Namun untuk sampai ke perkampungan tersebut Anda harus menggunakan perahu. Sebab tempat tersebut berada di atas lautan.

Banyak sekali jasa penyedia trip ke seluruh Wakatobi termasuk Kampung Bajo ini. Harganya pun cukup bervariasi mulai dari Rp. 3.000.000 hingga Rp. 3.250.000. Baik Privat Trip maupun Open Trip. Dimana open trip dapat muat hingga 6 orang.

Namun hal ini belum termasuk tiket pesawat maupun kapal laut ya. Dengan biaya itu tentu Anda tidak akan rugi, sebab banyak sekali yang bisa Anda kunjungi, salah satunya Kampung Bajo dengan orang suku asli yang unik.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan di Kampung Bajo

Aktivitas di Kampung Bajo

Image Credit: Instagram.com @muisbhojest

1. Menangkap Gurita dan Teripang

Suku Bajo memiliki alat yang unik untuk menangkap Gurita dan Teripang, yakni semacam tombak dengan ujung seperti garpu tajam dari besi. Selain itu adapula panah semacam senapan yang bisa juga untuk menangkap hasil laut tersebut. Unik dan sederhana sekali bukan.

BACA JUGA:  Hutan Lambusango, Kawasan Konservasi Sekaligus Objek Wisata Kaya Pesona di Buton

Anda pun bisa ikut Suku ini menangkap Gurita dan Teripang dengan perahu mereka. Perjalanan untuk menangkapnya cukup jauh yakni memakan waktu 2 jam untuk sampai di perairan samudera yang dangkal.

2. Berlayar Saat Malam

Saat malam hari warga Suku Bajo biasanya menangkap Gurita dan Teripang. Mereka hanya membawa alat sederhana dan kecerdasan perihal perikanan dan kelautan yang mereka dapatkan secara turun temurun.

Uniknya Anda bisa ikut nelayan tersebut saat berlayar di malam hari. Bisa dibayangkan berlayar dalam gelap dengan cahaya remang-remang.

3. Menikmati Indahnya Sunset

Kampung Bajo juga memiliki Sunset yang indah. Pemandangan langit jingga yang memantul pada air laut yang tenang membuat mata indah memandang. Apalagi jika momen ini diabadikan pasti akan sangat indah.

Lebih-lebih jika momen ini disaksikan bersama orang terkasih sambil duduk-duduk di pinggir jembatan maupun di atas perahu. Tentu menambah romantisme dan menjadi pengalaman tak terlupakan.

Untuk itu, lebih baik Anda menginap di tempat ini. Sehingga Anda bisa menyaksikan langit senja yang merupakan pergantian siang dan malam yang menjadi tanda-tanda kuasa-Nya.

4. Kuliner Hasil Laut

Suku Baju sudah mewarisi nenek moyang soal menangkap hasil laut. Sehingga suku ini memiliki kelebihan tersendiri dalam hal kelautan dan perikanan. Oleh sebab itu pula hasil lautnya juga melimpah ruah.

Nah, keramahan warga setempat bisa menjadikan Anda memakan hasil laut ini. Anda pun bisa menangkap ikan serta binatang laut lainnya bersama warga setempat. Bukan itu saja, Anda juga bisa melihat pertambakan laut seperti ikan, udang, lobster, an lain-lainl di bawah rumah warga.

Sehingga Anda bisa menikmati hasil laut yang masih segar dan pastinya sedap dimakan. Sebab di tangkapnya dadakan. Oleh sebab itu tunggu apa lagi, buruan nabung dan datang ke tempat ini.

5. Menikmati Pemandangan yang Indah

Pemandangan alam kampung Bajo benar-benar indah. Airnya begitu jernih dan terjaga kebersihannya saking jernihnya ia terlihat berwarna biru dan nampak segar. Air tersebut menjadi pekarangan rumah warga Suku Bajo.

Ditambah lagi pepohonan hijau di sekelilingnya menambah sejuk meskipun mataharinya terik. Selain itu rumah sederhana milik warga suku Bajo, nampak unik dan menarik sebab terbuat dari bambu yang dianyam. Sehingga terasa sekali perbedaannya dengan dunia modern.

BACA JUGA:  Sinonggi, Makanan Khas Suku Tolaki Kendari

6. Berkeliling Laut Melihat Lumba-lumba

Hal menarik lainnya yang bisa Anda lakukan di kampung Bajo ini adalah melihat lumba-lumba. Yups, tentunya Anda bisa menggunakan perahu sebagai alat transportasi.

Jangan takut tersesat, warga suku Bajo sangat ramah kok, sehingga Anda pun bisa di antar nelayan untuk sampai ke tempat lumba-lumba. Selain itu Anda juga bisa berkeliling mengamati kampung Bajo yang indah ini.

7. Melakukan Penelitian

Apakah Anda seorang mahasiswa perikanan dan sedang skripsi? Tempat ini sangat cocok untuk obyek observasi Anda. Sebab tempat ini sudah sering di jadikan obyek penelitian.

Bukan hanya peneliti dalam negeri, tapi juga peneliti luar negeri. Bahkan mereka juga meneliti bagian tubuh orang-orang suku bajo yakni limpa yang 50% lebih besar dari ukuran manusia biasa yang membuatnya menyelam layaknya Aquaman. Menarik sekali bukan?

Fasilitas yang Tersedia di Kampung Bajo Wakatobi

Fasilitas Kampung Bajo

Image Credit: Instagram.com @laut.asin

Berhubung tempat ini adalah perkampungan warga, jadi fasilitas yang bisa Anda dapatkan adalah menginap di rumah warga agar terasa sensasi lautnya. Namun, jika Anda beramai-ramai di sekitaran kampung Bajo juga terdapat banyak penginapan kok, jadi tidak perlu khawatir.

Selain itu Anda juga bisa menumpang toilet warga setempat. Meskipun rumahnya sederhana warga suku Bajo adalah warga yang bersih. Terbukti airnya masih jernih dan dibawah rumah penduduk setempat pun banyak sekali budidaya Cumi, lobster, ikan dan banyak lagi lainnya.

Hal ini mereka lakukan untuk makanan sehari-hari mereka. Hasil laut tersebut pun terasa segar dan enak sebab ditangkap secara mendadak. Wah, tertarik untuk mencoba?

Anda pun bisa menikmati kampung Bajo dengan berkeliling menggunakan perahu. Mudah sekali menemukan fasilitas perahu, sebab warga sini juga menggunakan perahu sebagai mobilitas.

Bukan itu saja, kampung Bajo juga memiliki pemandu wisata yang siap membantu perjalanan Anda berlibur di wisata Kampung Bajo ini. Sebab tempat ini sudah menyediakan pusat informasi wisata dan juga terkelola dengan baik.

Inilah beberapa informasi mengenai Kampung bajo Wakatobi, desa di atas laut. Panorama sunset yang indah serta keunikan kehidupan orang-orang suku Bajo, membuat kawasan ini menjadi suatu destinasi wisata yang sangat cocok untuk berlibur. Apakah Anda tertarik untuk datang?