6 Makanan Khas Minahasa Sulawesi Utara yang Wajib Anda Coba

Makanan Khas Minahasa

Daftar Makanan Khas Minahasa – Indonesia yang kaya akan budaya dan tradisi ternyata juga masih menyimpan kekayaan yang lainnya. Misalnya kekayaan alam yang selalu mengundang decak kagum. Ditambah lagi setiap daerah selalu punya kuliner yang menarik untuk dijajal. Seperti halnya Sulawesi Utara yang terkenal dengan Bunaken serta kuliner yang akan menggoyang lidah. Untuk menjadi referensi yuk simak kuliner khas Minahasa dalam ulasan berikut.

1. Nasi Jaha

Nasi Jaha

Image Credit by Dictio.id

Nasi Jaha merupakan kuliner khas yang tidak boleh dilewatkan ketika singgah ke Sulawesi Utara. Nasi Jaha berbahan beras ketan yang dicampurkan dengan santan. Setelah itu dimasukkan ke dalam sebilah bambu yang sebelumnya telah dilapisi dengan daun pisang. Setelah itu dibakar hingga matang sempurna. Nasi Jaha kaya akan rempah sehingga membuatnya semakin nikmat dan harus dicoba.

Meskipun makanan ini termasuk makanan tradisional namun hingga kini masih sering dijumpai. Di upacara tradisional hingga perayaan hari besar makanan satu ini selalu hadir. Nasi Jaha juga memiliki cara pembuatan yang cukup rumit karena membutuhkan takaran yang pas agar rasanya nikmat. Jika terlalu banyak rempah akan menjadi pait dan akan tawar karena kekurangan rempah. Cara memasaknya juga rumit agar bisa menemukan matang yang pas.

2. Tinutuan

Tinutuan

Image Credit by Wikipedia.org

Makanan yang terlihat bentuknya sama namun kadang memiliki nama yang berbeda. Begitu juga dengan Tinutuan yang juga dikenal dengan sebutan bubur khas Manado. Tinutuan merupakan makanan yang terdapat berbagai macam sayuran dan tidak ada dagingnya. Sehingga membuat tinutuan sebagai makanan yang sehat sekaligus banyak digemari oleh masyarakat. Tinutuan sendiri berasal dari kata Tuutu yang berarti nasi atau bubur.

BACA JUGA:  11 Tempat Wisata di Tomohon Terbaru & Paling Hits Dikunjungi

Di pertengahan tahun 1980an ada inovasi dengan mencampurkan Tinutuan dengan mie. Yang kemudian disebut Midal kepanjangan dari Mie dan Peda’al. Peda’al adalah sebutan tinutuan oleh mayarakat Minahasa Selatan. Mayarakat Minahasa Selatan juga senang menambahkan daun pepaya sehingga rasanya ada pahit pahitnya. Di Manado dan di Minahasa bubur ini kerapa dimakan oleh perempuan karena memang manjur untuk diet.

Anda bisa menemukan berbagai restauran atau tempat makan yang menjual makanan satu ini, tinggal pilih saja mau yang mana. Dalam satu porsi tinutuan tersimpan serta yang tinggi, karoten dan juga tinggi akan antioksidan. Karena bubur ini diracik dari beras, ubi, labu kuning, kemanggi, bayam, jagung manis, dan juga kangkung. Porsinya juga tidak berlebihan sehingga sangat pas untuk disantap pagi hari. Bagaimana tertarik menyantap bubur sehat satu ini?

3.  Cakalang Fufu

Cakalang Fufu

Image Credit by Kabarmanado.com

Kuliner khas Minahasa yang tidak boleh dilewatkan selanjutnya adalah Cakalang Fufu. Cakalang Fufu adalah ikan cakalang yang diawetkan dengan cara diasapi hingga teksturnya mengeras. Kemudian ikan ini bisa diolah menjadi berbagai macam masakan yang menggugah selera. Cakalang Fufu dibuat dengan menjepit ikan dengan bambu yang sebelumnya telah diberi bumbu khas baru kemudian diasap hingga matang.

Tidak hanya menggunakan ikan cakalang, beberapa juga menggunakan ikan tongkol. Karena ikan tongkol memiliki daging yang padat sehingga sangat pas apabila diasap. Mengingat kata Fufu sendiri berarti asap dalam bahasa setempat. Ikan ini juga telah dibersihkan sisik dan jeroannya sebelum dilakukan proses pengasapan. Cakalang Fufu juga bisa dijadikan sebagai buah tangan karena, bisa disimpan lama sekaligus memiliki rasa yang khas dan tentunya lezat.

4. Tinoransak

Tinoransak

Image Credit by Indonesiakaya.com

Makanan satu ini seakan tidak pernah absen untuk disajikan ketika ada upacara suku Minahasa. Tinoransak atau tinorangsang merupakan kuliner yang berbahan daging dengan cita rasa yang pedas. Campuran bumbu rempahnya yang pas membuat makanan satu ini digemari banyak orang. Biasanya tinoransak menggunakan daging babi namun juga bisa menggunakan daging ayam, sapi atau ikan.

BACA JUGA:  Pasar Tomohon, Pasar Daging Paling Ekstrem

Jika mengolahnya secara tradisional maka makanan ini akan dimasukkan ke dalam sebilah bambu kemudian dibakar. Tinoransak akan semakin enak jika dimakan bersama dengan nasi jaha yang gurih. Kini Tinoransak yang berbahan dasar daging ayam juga semakin populer sehingga bisa dimakan oleh semua orang. Dari segi tampilannya memang mirip dengan olahan Padang karena menggunakan banyak cabai rawit dan juga cabai hijau.

5. Sambal Roa

Sambal Roa

Image Credit by Manadoricaroa.blogspot.com

Masyarakat Minahasa bisa dikatakan sebagai masyarakat yang gemar meakan pedas karena banyak olahan masakannya yang rasanya pedas. Salah satu sambal yang sangat terkenal adalah sambal Roa. Sambal ini hasil olahan berbagai macam bumbu dengan tambahan ikan roa yang telah dihaluskan. Selain tersohor dengan rasanya yang sangat pedas, sambal ini juga memiliki rasa yang gurih sehingga banyak diburu.

Ikan roa sendiri memang banyak ditemui diperairan Sulawesi Utara dan ikan ini juga yang membuat sambal roa spesial. Sebelum dibuat sambal, ikan roa juga terlebih dahulu diasapkan agar aromanya keluar dan kering. Di Minahasa, Sambal Roa biasanya disandingkan dengan Tinutan. Selain itu juga bisa disajikan dengan nasi hangat saja. Kini sambal ini banyak dikemas sehingga bisa dijadikan oleh oleh ketika ke Sulawesi Utara.

6. Kue Klappertaart

Kue Klappertaart

Image Credit by Merahputih.com

Kue legit yang tak bisa ditolak satu ini rupanya memiliki sejarah panjang dibaliknya. Karena klappertaart berkaitan erat dengan masa kolonial Belanda. Penduduk Sulawesi Utara sangat terbuka pada budaya yang masing yang membuat toleransinya begitu tinggi. Tak heran jika dalam hal kuliner juga bisa dipengaruhi dan hasilnya adalah kue klappertaart. Kue legit ini dibawa oleh pedagang Belanda dan beredar terbatas di Manado dan banyak di Minahasa.

BACA JUGA:  5 Air Terjun Favorit Dekat Kota Manado

Klappertaart berasal kata Klapper yang berarti kelapa jika diucapkan oleh orang Belanda. Sementara Tart berarti kue sehingga klappertaart secara harfiah bisa disebut kue kelapa. Berbahan dasar kelapa, susu, terigu,telur dan mentega dengan tambahan kenari cincang membuat makanan ini sangat nikmat. Belum lagi adanya tambahan bubuk kayu manis yang menguatkan rasa rempah rempah dalam klappertaart ini.

Cara mengolah makanan ini bisa dengan memanggang atau juga bisa mengukusnya. Jika dipanggang maka akan menghasilkan tekstur padat seperti cake yang biasanya. Dan jika ingin menghasilkan tekstur yang lembut maka, bisa dengan mengukusnya yang mana akan meleleh ketika dimulut. Meskipun dimasak berbeda, Klappertaart selalu memberikan rasa manis dan gurih yang nikmat. Inilah yang membuat kue ini sebagai ikon Sulawesi Utara.

Semakin berkembangnya zaman, kini klappertaart hadir dengan berbagai rasa yang menggoda. Mulai dari rasa cokelat, durian, rum raisin hingga rasa keju dan blueberry, Makanan ini banyak ditemukan sebagai makanan sehari hari oleh masyrakat Minahasa. Rasanya yang manis memang selalu bikin nagih. Bagaimana berniat untuk memburu kue yang kaya rasa satu ini?

Kuliner Minahasa lebih banyak menawarkan kuliner yang pedas namun tetap menggoda untuk disantap. Beberapa diantaranya bahkan sangat pas untuk dijadikan oleh oleh setelah mengunjungi Sulawesi Utara. Banyak sekali rumah makan yang menyediakan makanan khas ini dengan harga yang beragam. Sehingga anda tak perlu khawatir untuk menjajal aneka kuliner ketika sedang singgah di Minahasa.