Sulawesi Utara

10 Kue Khas Tradisional Manado

Kue Khas Manado

Jika kita berbicara tentang makanan khas Manado, tentu akan langsung terpikir sebuah hidangan dengan cita rasa pedas dan bumbu yang khas. Namun tidak hanya makanan beratnya saja yang terkenal di Manado, Kota Tinutuan ini memiliki beberapa olahan makanan ringan atau kue khas daerah setempat. Penasaran dengan apa saja kue khas Manado ? Langsung saja kita simak ulasannya berikut.

1. Nasi Jaha Manado

Nasi Jaha Manado

Image Credit by Ksmtour.com

Kue khas Manado yang pertama adalah Nasi Jaha Manado, atau juga memiliki arti nasi jahe. Nasi jaha sendiri adalah kuliner asli buatan masyarakat Manado, sehingga siapapun yang mengunjungi kota ini hendaknya untuk mencicipi Nasi Jaha. Kue khas Manado ini adalah makanan Sulawesi Utara, yang berbahan dasar beras ketan dan santan. Sama seperti kue lemper, Nasi Jaha juga dibalut dengan daun pisang.

Cita rasa dari Nasi Jaha ini cukup lezat dan gurih, karena terbuat dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Sesuai dengan arti namanya, Nasi Jaha juga menggunakan jahe pada pembuatannya. Untuk masyarakat lokal sendiri, lebih sering menyebut Nasi Jaha ini dengan sebutan Nasi Ja.  Kue ini berasal dari beras ketan yang dicampur santan dan jahe, kemudian diisikan pada bambu dan dibakar.

2. Kolombeng

Kolombeng

Image Credit by Pinterest.com @Yuniatikolanus

Kue Kolombeng memang dapat ditemui di beberapa daerah lain di Indonesia, namun kue ini memiliki resep khas daerah Manado sejak zaman dahulu. Kue ini memiliki bentuk seperti roti segi empat, yang memiliki cita rasa empuk dan legit. Kolombeng telah ada sejak tahun 1950, dan menjadi kudapan favorit warga Manado.

Kolombeng sendiri terbuat dari beberapa campuran bahan seperti tepung terigu, telur, gula pasir, ovalet, dan beberapa tambahan lainnya. Jika disimpan, maka Kolombeng bisa bertahan 7 hingga 10 hari. Hal ini karena pembuatan Kolombeng tidak menggunakan pengawet, namun Kolombeng sangat nikmat jika disantap setelah didiamkan 1 atau 2 hari setelah matang.

3. Lalampa

Lalampa

Image Credit by Pesona.travel

Lalampa adalah cemilan khas Manado, yang berbentuk menyerupai lemper. Namun kudapan Lalampa ini berisikan ikan yang telah dibumbui, dan memiliki aroma khas ketika dibakar di atas bara api. Umumnya ikan yang digunakan untuk isian Lalampa berupa abon ikan cakalang, yang memiliki rasa agak pedas.

Seperti yang kita tahu, olahan daerah Manado memang unggul dengan rasa pedasnya. Tidak hanya untuk makanan pokok, bahkan kue tradisionalnya pun memiliki cita rasa yang cukup pedas. Bagi pecinta pedas, maka sangat dianjurkan untuk mencicipi Lalampa ini. Dengan aroma yang menggugah selera, rasa pedas dan gurih dipadukan dengan beras ketan mambuat siapapun ingin mencicipinya lagi.

4. Biapong Ba

Biapong Ba

Image Credit by Placetogoandeatcomblog.wordpress.com

Biapong Ba sangat mirip dengan kue Bapao asal Tiongkok, yaitu sebuah roti lembut yang diisi dengan berbagai bahan sesuai selera. Biapong  yang paling diunggulkan oleh Manado adalah Biapong Manado, dimana diisi dengan daging babi. Isian babi inilah yang membuat Biapong Manado disebut dengan Biapong Ba.

Menikmati daging yang dibalut dengan roti lembut, tentu memberikan sensasi yang cukup menggiurkan. Namun bagi warga muslim di sekitar Manado, ada pula Biapong dengan beragam rasa seperti berisi unti atau kelapa yang dicampur gula merah maupun temo atau kacang hijau. Dengan kedua rasa Biapong Manado tersebut, bisa menjadi pilihan warga sekitar yang tidak bisa memakan daging babi.

5. Brudel

Brudel

Image Credit by Resephariini.com

Satu lagi kue khas Manado, yang memiliki cita rasa manis yang menggiurkan. Ialah Brudel, sebuah kue yang berasal dari campuran tepung maupun gula dan telur dalam pembuatannya. Warga Manado sendiri ada yang menyebutnya Brudel, ada pula yang menyebutnya sebagai Bluder. Kue ini merupakan warisan Belanda, sama halnya dengan klappertaart maupun bitterbalen.

Brudel merupakan gabungan dari bolu dan roti, karena menggunakan ragi dalam pembuatannya. Aroma dari kue Brudel pun khas roti yang berpadu dengan susu, namun Brudel Manado ini memiliki tekstur spongy seperti cake. Bentuk dari kue brudel ini pun mirip seperti cake, ada yang berbentuk kue bundar penuh dan ada pula yang berbentuk kue bolu dimana terdapat lubang pada tengahnya.

6. Bobengka

Bobengka

Image Credit by Sajiansedap.grid.id

Jika mengunjungi Manado, maka jangan lupa untuk mencicipi kue manisnya seperti kue Bobengka. Kue tradisional ini terbuat dari campuran tepung terigu, telur, santan, gula merah, serta kelapa parut. Tekstur dari Bobengka sangatlah lembut, dengan rasa manis dan gurih pada setiap gigitannya. Bentuk dari kue Bobengka sangat mirip dengan kue brownies, hanya saja cara pembuatannya yang berbeda.

7. Binyolos

Binyolos

Image Credit by Indonesiakaya.com

Ada pula kue asal Manado, yang berbahan utama singkong dan ubi jalar. Bonyolos sendiri adalah sebuah kudapan warga Minahasa, yang sering disantap pada pagi hari. Binyolos dibuat dari ubi yang dicampur dengan tepung terigu dan mentega dama pengolahannya. Ubi yang telah dihaluskan selanjutnya akan diproses bersama dengan bahan lainnya, dan dibuat menjadi adonan.

Binyolos berbentuk bulat, dimana pada isiannya terdapat gula merah untuk memberikan rasa manis dan renyah. Kue ini memang sangat cocok untuk pagi hari dan sore hari, disantap bersama dengan teh hangat maupun kopi sebagai teman kudapannya. Rasanya yang gurih di luar dan gula merah yang pecah ketika digigit di dalam mulut, sangat pas disajikan dengan minuman hangat.

8. Koyabu

Koyabu

Image Credit by Sajiansedap.grid.id

Satu lagi jajanan khas Manado yang memiliki rasa gurih, ialah Koyabu. Jajanan tradisional khas Manado ini terbuat dari campuran ketan putih, yang disertai dengan parutan kelapa. Sama seperti Binyolos, Koyabu juga memiliki isian gula merah. Untuk penyajiannya sendiri, Koyabu akan dibungkus dengan daun pandan.

Koyabu berbahan dasar beras ketan yang digiling, dan dicampur dengan parutan kelapa muda. Dengan lilitan daun pandan yang menyelimuti Koyabu, membuat harumnya akan menyeruak ketika diangkat dari kukusan. Bentuk dari Koyabu berbentuk segitiga, dimana dalam gigitannya akan terasa gula merah yang meleleh di dalam mulut.

9. Apang Coe

Apang Coe

Image Credit by Bungapepaya.com

Apang Coe berwarna kecoklatan, dan terbuat dari campuran tepung terigu. Apang Coe juga berisikan gula merah, untuk menambah cita rasa nya. Warga Manado biasanya akan menambahkan irisan pandan pada bagian atas kue, untuk menyempurnakan rasannya. Jika Anda berkunjung ke Manado, cara masyarakat Manado ini pun bisa Anda coba.

10. Cucur

Cucur

Image Credit by Lofoodie.blogspot.com

Siapa yang tidak mengenal kue cucur ? Anda pun pasti telah menemukan kue ini di daerah Anda sendiri. Kue cucur memang cukup terkenal, dan digemari masyarakat Indonesia. Rasanya yang lembut dan bentuknya yang unik, membuatnya disukai baik kalangan muda maupun orang dewasa. Namun, kue cucur khas Manado memiliki cita rasa yang sedikit berbeda.

Kue Cucur Manado lebih memmiliki cita rasa kayu manis, yang sangat khas dalam setiap gigitnya. Bahan dasar dari kue Cucur Manado terdiri dari tepung beras dan terigu, yang dicampur dengan gula merah. Warga Manado seting menyantap kue Cucur, bersamaan dengan kopi maupun teh hangat.

Jajanan tradisional Indonesia, memang cukup mirip satu sama lain. Namun, setiap daerah tentu memiliki ciri khas rasa yang berbeda. Begitu pula dengan Sulawesi Utara, tepatnya pada Kota Manado. Dimana pada kota ini, kita akan menemukan beberapa jajanan tradisional unik dan rasa yang gurih dan manis. Jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi Kota Manado, jangan lewatkan untuk mencicipi setiap jajanan tradisional khas mereka.