Lereng Cinta, Wisata Alam Kekinian di Kota Palopo

Lereng Cinta Palopo

Lokasi: Jl. Andi Bintang, Mawa, Kec. Sendana, Kota Palopo.
MapCek Lokasi

Baru dibuka pada tahun 2017 lalu, Lereng Cinta yang berada di kota Palopo ini sudah berhasil mencuri hati masyarakat. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di kawasan wisata tersebut, wisatawan akan disuguhkan dengan berbagai spot dipenuhi simbol cinta. Berangkat dari situlah, kawasan wisata ini dirasa cocok dikunjungi bersama dengan kekasih ataupun keluarga tersayang. Berikut keseruan yang bisa dilakukan ketika berada disana.

Aktifitas Seru Selama Berada di Lereng Cinta

Aktifitas Seru Selama Berada di Lereng Cinta

Image Credit: Tribunnews.com

Sebelum menjadi destinasi wisata seperti sekarang, siapa sangka dahulunya kawasan ini hanyalah kebin milik salah satu Wakapolres Palopo bernama Kompol Woro Susilo. Kebun yang amat disayanginya tersebut kemudian disulap menjadi tempat wisata cantik dan diberi nama Lereng Cinta. Sesuai dengan namanya, kawasan wisata ini seperti bak dibuat khusus bagi muda mudi yang tengah dimabuk asmara.

Siapa sangka yang awalnya hanyalah menyalurkan hobi berkebunnya, ternyata mendatangkan keuntungan berlipat ganda. Di awal rencananya, beliau tidak bermaksud untuk membuat destinasi wisata baru namun hanya ingin merubah kebunnya menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Setelah diatur sedemikian rupa, ternyata berpotensi sebagai kawasan wisata favorit segala kalangan.

Sesuai dengan nama yang diberikan, disini pengunjung bisa melihat tanda cinta dimanapun mata memandang. Mulai dari gembok cinta, kampung cinta, rangkaian bunga berbentuk hati, gazebo berbentuk hati, dan masih banyak lagi yang lainnya. Agar nuansa romantis semakin terbangun, digunakanlah cat berwarna merah muda di setiap simbol cintanya. Dengan nuansanya yang manis, seakan membuat pengunjung ingin menyatakan cinta kepada orang terkasih.

Bukan hanya berkeliling melihat pemandangan sekitar saja, disini pengunjung juga disediakan berbagai spot menari dengan bentuk unik. Salah satu spot yang tampak mencolok yaitu rumah berbentuk terbalik, dimana bagian atap terlihat menempel pada tanah dan ditambahkan warna cerah. Dianggap unik nan kekinian, spot satu ini pun menjadi incaran utama untuk menghasilkan jepretan ciamik.

BACA JUGA:  Lembah Ramma, Lembah Eksotis di Kaki Gunung Bawakaraeng

Ketika berkeliling di sekitar kawasan wisata, pengunjung bisa menemukan ayunan berwarna warni. Baik anak anak maupun orang dewasa bisa menggunakannya, selagi menikmati udara sekitar yang masih terasa sejuk nan menengkan pikiran. Uniknya lagi, ketika menaiki wahana ini pengunjung bisa memandang kota Palopo dari ketinggian yang mencapai 130 meter. Hanya dengan membayangkannya saja, tampaknya sudah bisa membuat terseyum sendiri bukan ?

Sebagai tempat wisata penuh dengan simbol cinta di beberapa titik, nampak wajar jika ditemukan beberapa pasangan muda mudi sedang duduk manis berdua. Agar pengunjung betah berlama lama, disediakan pula tempat duduk khusus di dahan pohon berupa lantai papan. Ketika duduk di dahan pohon sembari menikmati indahnya langit biru, dirasa mampu menumbuhkan nuansa romantis yang berbeda.

Bahkan pengunjung tak perlu kesusahan untuk memanjatnya, karena sudah disediakan tangga kokoh sebagai jalur pendakian. Ketika berada di dahan tersebut, tentu saja pemandangan yang bisa dilihat lebih luas dan tampak lebih indah. Dikala musim liburan, pengunjung harus rela antri untuk bisa melihat pemandangan dari sudut yang berbeda. Selama berada disana, jangan lupa untuk mengabadikannya lewat smartphone kesayangan.

Salah satu wahana yang tak kalah menarik perhatian pengunjung yaitu adanya taman yang dihiasi gembok cinta. Hal ini mengingatkan wisatawan pada salah satu destinasi wisata di Korea, dimana banyak pasangan datang silih berganti untuk mengunci cinta mereka di tempat yang telah disediakan. Tampaknya hal tersebut tengah tren sekaligus menjadi inspirasi bagi pihak pengelola.

Dan benar saja, spot wisata ini pun mampu menyedot perhatian dan banyak yang ingin mengabadikan momennya saat berada disana. Tak jauh dari tempat gembok cinta, juga terlihat rangkaian bunga cantik berbentuk hati. Dengan tampilannya yang unik tersebut, seringkali dikatakan sebagai spot terbaik untuk berswafoto ria. Banyaknya spot untuk menghasilkan foto kekinian, akan disayangkan bila dilewatkan begitu saja.

BACA JUGA:  Keindahan Danau Sidenreng Sidrap yang Dikelilingi Pegunungan

Tak cukup sampai disana, karena masih ada wahana yang tak kalah seru untuk dimainkan seperti wahana outbond dan juga Flying Fox. Cukup mengeluarkan dana sekitar 15 ribuan saja, pengunjung sudah bisa merasakan keseruan bermain di atas bukit yang tentu aja menghadirkan pengalaman baru. Pengunjung pun tak perlu khawatir akan tingkat keamanannya, sebab telah dikelola oleh Wakapolres Kota Palopo sendiri.

Fasilitas yang Tersedia di Lereng Cinta

Fasilitas yang Tersedia di Lereng Cinta

Image Credit: Tribunnews.com

Agar tidak mudah bosan, pihak pengelola pun menambahkan berbagai wahana seru beserta fasilitas pendukungnya. Beberapa fasilitas yang disediakan terdiri dari gazebo, taman cantik yang ditata sedemikian rupa, beberapa tenda berbentuk hati, ditambahkan tempat duduk di beberapa titik. dan masih banyak lagi lainnya. Bahkan pihak pengelola memberikan warna merah muda pada simbol cinta untuk meningkatkan kesan romantis.

Sedangkan bagi pengunjung yang senang berpetualang dan tantangan, bisa mencoba wahana outbond maupun flying fox. Selain permainan penguji adrenalin, ada pula wahana santai berupa ayunan yang dapat dimanfaatkan untuk menikmati nuansa sekitar. Khusus para pecint fotografi, pihak pengelola juga menyiapkan berbagai spot foto cantik yang bisa menghasilkan foto kekinian bak anak jaman sekarang.

Lokasi & Akses Menuju Lereng Cinta

Lokasi & Akses Menuju Lereng Cinta

Image Credit: Facebook.com @Lerengcintaplp

Tertarik berkunjung kesini ? Silahkan langsung berkunjung di Jalan Adi Bintang, Kelurahan Mawa, Kecamatan Sendana, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Apabila menemui kesulitan menemukan lokasi wisata, jangan sungkan untuk bertanya kepada masyarakat sekitar. Dengan kepopulerannya, dirasa memudahkan masyarakat untuk menunjukkan arah yang tepat. Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi canggih di smartphone, untuk menunjukkan jalan yang tepat.

Jika bertolak dari pusat kota Palopo, hanya dibutuhkan kurang lebih 10 menit untuk sampai di kawasan wisata. Lokasinya memang cukup berdekatan kota Palopo, namun dibutuhkan tenaga ekstra untuk bisa sampai di lokasi wisata. Bagaimana tidak, pengunjung haruslah mendaki ke atas puncak untuk sampai di kawasan wisatanya. Meskipun dibutuhkan tenaga lebih, justru medan tersebut dianggap sebagai tantangan tersendiri sekaligus melatih kebugaran tubuh.

BACA JUGA:  Monumen Mandala - Monumen Pembebasan Irian Barat

Tarif Tiket Masuk Lereng Cinta, Palopo

Tarif Tiket Masuk Lereng Cinta, Palopo

Image Credit: Tribunnews.com

Layaknya destinasi wisata lainnya, pengunjung akan dikenai tarif tiket masuk sebelum mencicipi segala wahana yang disediakan. Namun tak perlu khawatir isi dompet akan terkuras, pasalnya sang pemilik hanya membandrol tiketnya dengan harga yang bersahabat. Dimana per orang hanya perlu membayarkan sekitar 10 ribuan, rasa penat di pikiran perlahan sirna ketika mencoba berbagai wahana seru di dalamnya.

Namun perlu diingat bila besaran harga yang ditawarkan, sewaktu waktu bisa berubah sesuai dengan kondisi yang ada. Terutama jika pengunjung datang di akhir pekan ataupun di musim liburan panjang, sebaiknya menyiapkan dana sebagai bentuk antisipasi. Sedangkan jam operasinya sendiri, dimulai dari jam 8 pagi hingga jam 7 malam mengikuti zona waktu sekitar baik di hari biasa maupun di akhir pekan.

Bukan hanya menawarkan keindahan alam sekitarnya semata, sebab disini pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai simbol cinta berwarna merah muda yang diletakkan di berapa titiknya. Dengan mengusung konsep romantis seperti namanya, tak jarang pasangan muda mudi saling jatuh cinta menjadikannya tempat favorit untuk dikunjungi. Bahkan Lokasinya yang tidak jauh dari pusat kota, memudahkan wisatawan untuk berkunjung kapanpun diinginkan.