5 Rumah Adat Khas Sulawesi Selatan

Rumah Adat Sulawesi Selatan

Ketika kalian melakukan liburan di Sulawesi Selatan, umumnya pasti mencari objek wisata atau kuliner khas setempat. Padahal ada objek menarik yang tak kalah unik untuk dikunjungi, yaitu rumah adat Sulawesi Selatan. Bentuknya yang unik, serta detail bangunan yang cantik mampu memberikan daya tarik tersendiri. Bahkan beberapa rumah adat kini sudah dimodivikasi dengan gaya modern. Penasaran apa saja rumah ada SulSel ? Simak ulasannya berikut.

Mengenal Rumah Adat Sulawesi Selatan

Indonesia memang negara yang kaya budaya, bahkan setiap provinsi memiliki rumah adat dan budayanya masing-masing. Tak terkecuali dengan Sulawesi Selatan, dimana memiliki 4 jenis rumah adat. Jenis tersebut di bedakan dari suku yang berada di Sulawesi Selatan. Beberapa diantaranya seperti rumah adat Luwuk, rumah adat Bugis, rumah adat Mandar, dan Rumah adat Makassar.

Kebanyakan rumah adat dari Sulawesi Selatan, merupakan rumah panggung dengan ketinggian bisa mencapai tiga meter. Selain bentuknya yang jauh di atas permukaan tanah, rumah adat Sulawesi Selatan juga dilihat dari bentuk atapnya. Bentuk atap rumah yang runcing dan berpuncak, semakin memberikan kesan eksotis bagi siapapun yang mengunjunginya.

1. Rumah Adat Khas Suku Luwuk

Rumah Adat Khas Suku Luwuk

Image Credit by Tekape.co

Seperti rumah adat Sulawesi pada umumnya, rumah adat suku Luwuk bernuansa rumah panggung. Hal yang membedakan rumah adat Luwuk dari rumah adat lainnya adalah, terletak pada bagian atas rumah. Rumah adat Luwuk terdiri dari tiga atau lima puncak, yang juga sering disebut dengan bubungan.

Bubungan ini bertujuan untuk penanda siapa yang memiliki hunian, bisa dibilang bubungan ini menunjukkan kasta dan status dari pemilik rumah. Dahulu kala, rumah ini hanya dimiliki oleh Raja Luwuk. Tidak hanya untuk tempat tinggal, rumah adat ini juga sering dijadikan tempat pertemuan para petinggi istana.

BACA JUGA:  10 Tempat Wisata Terbaru di Sidrap yang Lagi Hits Dikunjungi

Keunikan dari rumah adat suku Luwuk, semakin menarik dengan ornament atau ukiran prengreng. Ukiran tersebut memiliki arti hidup yang tak pernah putus, bisa dibilang simbol dari umur panjang. Luas yang dimiliki oeh rumah adat Luwuk, membuatnya mampu menampung beberapa ruangan.

Setiap ruangan tentu memiliki fungsinya masing-masing, mulai dari ruang tamu hingga kamar pribadi. Pada bagian depan, sering disebut sebagai tudang Sipulung oleh warga suku Luwuk. Bagian ini difungsikan sebagai tempat penerima tamu, tempat yang luas membuatnya mampu menerima tamu yang cukup banyak.

2. Rumah Adat Khas Suku Bugis

Rumah Adat Khas Suku Bugis

Image Credit by Makassarguide.com

Berbeda dengan suku lainnya, suku Bugis sangat menjunjung tinggi adat Sulawesi Selatan dan dipadukan dengan adat agama Islam. Dengan perpaduan tersebut, membuat rumah adat khas suku Bugis memiliki desain rumah yang cukup unik. Rumah adat suku Bugis terletak pada arah pembangunan, dengan mengarahkan bangunan ke kiblat.

Bagian rumah suku Bugis dibagi menjadi tiga bagian yaitu Rakkaeng, Bola, dan bagian ketiga adalah Awasao. Untuk bagian Rakkaeng, berfungsi untuk penyimpanan barang berharga. Contohnya saja emas, perak, keris, ataupun perhiasan. Rakkaeng juga bisa digunakan, untuk menyimpan persediaan makanan.

Bagian kedua adalah Bola atau Kalle Bala, sebuah ruang khusus di dalam rumah yang digunakan untuk kebutuhan pemiliknya. Artinya, bagian Bola ini adalah ruang pribadi dari pemilik seperti kamar tidur, ruang tamu, hingga dapur. Jadi bisa dibilang seluruh ruangan yang ada di dalam rumah kita saat ini lah, yang disebut dengan Bola atau Kalle Bala.

Ruangan terakhir adalah Awasao atau Passiringan, dimana tempat ini merupakan sebuah ruang yang digunakan untuk menyimpan hewan ternak. Hewan ternak yang disimpan seperti kambing, sapi, hingga ayam. Ruangan ini juga difungsikan sebagai tempat untuk menyimpan alat pertanian, maupun berbagai alat untuk bekerja.

BACA JUGA:  Goa Mampu di Bone, Legenda Kerajaan yang Dikutuk Menjadi Batu

3. Rumah Adat Khas Suku Mandar

Rumah Adat Khas Suku Mandar

Image Credit by Thecolourofindonesia.com

Rumah adat khas dari suku Mandar ini, dinamakan dengan Rumah Boyang. Dengan gaya arsitektur yang unik, rumah panggung ini terdiri dari material kayu dan ditopang tiang penyangga. Rumah Boyang ini terdiri dari dua jenis, yaitu Boyang Adaq untuk bangsawan dan Boyang Beasa untuk tempat tinggal rakyat biasa.

Untuk Boyang Adaq, diberikan ornamen tertentu yang melambangkan identitas status sosial yang menghuni rumah tersebut. Ornamen ini bisa dilihat dari penutung bumbungan, yang memiliki tiga hingga tujuh susun. Bisa dibilang semakin banyak tumpukan tersebut, semakin tinggi pula derajat statusnya.

Perbedaan yang paling mencolok dari rumah adat suku Mandar, terletak pada bagian teras atau lego yang lebih luas daripada teras rumah rumah adat lainnya. Untuk bentuk bangunannya sendiri, cukup mirip dengan rumah panggung. Rumah suku Mandar ini juga mudah untuk dikenali, dilihat dari warna hitam gelap.

Umumnya rumah khas suku Mandar akan berwarna gelap, namun ada pula yang mempertahankan warna asli kayu seperti cokelat muda maupun cokelat tua. Rumah suku Mandar ini juga memiliki bentuk atap segitiga, dan bertumpuk. Tentunya ketika kalian mengunjungi rumah suku Mandar, rasa dingin dan nyaman bisa langsung dirasakan.

4. Rumah Adat Khas Suku Toraja

Rumah Adat Khas Suku Toraja

Image Credit by Arcadiadesain.com

Rumah adat suku Toraja, biasa disebut dengan Tongkonan. Rumah ini memiliki aturan wajib, yang harus dilakukan ketika membangun Tongkonan. Aturan tersebut yaitu, rumah Tongkonan haruslah menghadap ke utara. Menurut filosofinya, arah utara adalah tempat berkumpul dengan para leluhur nantinya.

Sama seperti rumah adat Sulawesi Selatan lainnya, Tongkonan juga berbentuk rumah panggung. Uniknya, bangunan ini terdiri atas tumpukan kayu yang dilapisi oleh ijuk. Tongkonan ini cukup terkenal, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Banyak masyarakat mengenak Tongkonan dengan ciri khasnya, yaitu tiga ornamen yang diberi warna merah atau kungin dan hitam.

BACA JUGA:  9 Tempat Wisata Terbaru di Luwu Utara yang Lagi Hits Dikunjungi

Dalam suku Toraja sendiri, terdapat tingkatan Tongkonan. Tingkatan ini, dibagi berdasarkan strata sosial masyarakatnya. Tongkonan Layuk adalah jenis yang digunakan untuk urusan pemerintahan dari suku Toraja, untuk Tongkonan Pekaberan adalah bangunan yang dihuni para petinggi adat Toraja. Sedangkan untuk Tongkonan Batu, adalah rumah dari masyarakat biasa.

5. Rumah Adat Khas Suku Makassar

Rumah Adat Khas Suku Makassar

Image Credit by Daengcelebes.blogspot.com

Rumah dari suku Makassar ini, memiliki nama lain yaitu Bala. Bangunan Bala adalah rumah tradisional, dengan model rumah panggung. Rumah ini tebagi menjadi tiga bagian yaitu bagian atap, inti rumah, serta kolong. Hal yang membuat unik dari Balla ini, adalah pada bagian atapnya.

Umumnya bagian atap akan dibuat dari ijuk atau jerami, sedangkan bagian lainnya terbuat dari perpaduan beberapa jenis kayu. Balla adalah rumah panggung yang cukup tinggi dan besar, dengan 10 tiang penyangga Bala memiliki ketinggian hingga mencapai 3 meter. Dengan bangunan yang besar dan luas, membuat Balla memiliki beberapa ruangan.

Ruangan teras atau disebut dengan Dego-dego, serta Kala Balla atau bagian pintu masuk hingga ke bagian beakang. Untuk ruang tamu, disebut dengan Paddaserang Dallekang terletak setelah pintu masuk. Untuk ruang tengah, digunakan sebagai ruang keluarga. Sedangkan untuk kamar khusus perempuan, terdapat di ruang belakang.

Mengupas adat budaya Indonesia, memang seolah – olah tidak akan pernah ada habisnya. Setiap adatnya memiliki pesona tersendiri, yang memberikan keindahan dan nilai tinggi. Sulawesi Selatan pun memiliki adat yang unik, dimana rumah adatnya merupakan rumah panggung. Dengan perbedaan rumah adat setiap suku di SulSel, semakin memperkaya adat dan budaya dari Negara Indonesia.