Pakaian Adat Suku Kaili: Baju Koje & Baju Nggembe

Pakaian Adat Suku Kaili: Baju Koje & Baju Nggembe

Pakaian adat Kalili ini memiliki beberapa keunikan. Dimana pada setiap sentuhan pada baju adat Koje dan Nggembe dari Suku Kaili memiliki banyak makna tersendiri.

Sulawesi dikenal dengan kekayaan budaya, tradisi dan baju adat yang dimilikinya. Beberapa baju adat Sulawesi Tengah ini terkenal sampai ke beberapa daerah. Selain itu baju adat ini juga merupakan pakaian turun temurun yang digunakan oleh masyarakat di Sulawesi Tengah.

Selain masyarakat dari Sulawesi Tengah pakaian adat Kaili ini sering digunakan tokoh masyarakat. Suku Kaili dengan penduduk terbesar ini memiliki pakaian adat yang unik dan menarik. Kaili memiliki arti yaitu sebuah pohon yang tumbuh di tepi sungai.

Pakaian adat Sulawesi Tengah khususnya suku Kaili adalah pakaian adat yang populer. Baju adat Koje adalah baju adat asal Kaili yang digunakan khusus untuk pria. Sedangkan baju adat untuk wanita adalah baju adat Nggembe. Baju adat unik dan menarik ini dapat digunakan bagi semua kalangan.

Fakta Menarik Pakaian Adat Kaili

Pakaian Adat Suku Kaili
Image Credit: Contohsoaldanmateripelajaran

1. Digunakan Sebagai Busana Menari

Pakaian adat suku Kaili digunakan untuk melaksanakan beberapa acara adat dan upacara kebudayaan. Selain itu, pakaian adat ini juga digunakan untuk menampilkan Tari Seni Pontanu.

Tari yang dipersembahkan dengan menggunakan busana adat Kaili ini umumnya dipertunjukkan bagi beberapa tamu terhormat dan tamu kenegaraan yang datang ke Sulawesi Tengah. Jadi tidak heran jika busana ini hanya digunakan saat acara-acara penting saja.

2. Digunakan Saat Acara Besar

Beberapa fakta menyebutkan bahwa saat menjelang hari-hari besar seperti perayaan 17 Agustus, hari kartini dan hari Nasional lainnya. Untuk mendapatkan pakaian adat Kaili akan sangat sulit di beberapa tempat. Karena pakaian adat suku Kaili menjadi pakaian adat favorit yang digunakan saat hari-hari Nasional.

Anda perlu menyiapkan pakaian adat Nggembe dan Koje ini jauh-jauh hari jika ingin menggunakannya. Sebelum diserbu oleh yang lainnya.

Selain itu pakaian adat ini juga banyak di cari dan digunakan bagi anak-anak sekolah yang mengikuti perlombaan. Perlombaan yang digelar biasanya yaitu lomba pada acara kemerdekaan, atau lomba pada acara Harlah Sulawesi Tengah. Anak-anak menggunakan pakaian adat ini sebagai kostum perlombaan.

3. Show Baju Adat

Dalam beberapa acara pertunjukan baju adat Nasional. Baju adat Kaili ini sering mewakili untuk tampil dan memamerkan kemewahannya. Karena keunikan dan kecantikannya pakai adat suku Kaili ini memiliki banyak peminat dan pengagum.

Keunikan yang Dimiliki Baju Adat Kaili

Keunikan yang Dimiliki Baju Adat Kaili
Image Credit: Kalimat.id

1. Bentuk Baju Adat untuk Pria

Baju adat koje atau umumnya disebut dengan baju ceki ini memiliki bentuk yang unik. Atasan dari baju ini adalah lengan panjang. Baju ini dipasangkan dengan celana yang disebut celana Puruka Pajana. Celana ini adalah celana panjang yang berbentuk ketat sampai ke lutut.

Baju adat Koje ini memiliki beberapa warna yaitu putih, coklat gelap dan coklat cerah. Pakaian adat ini umumnya dibuat dengan warna senada dengan pakaian wanita.

2. Bentuk Baju Adat untuk Wanita

Suku Kaili ini memiliki bentuk baju adat pria dan wanita yang berbeda. Selain berbeda. Pemberian namanya juga berbeda. Dimana pakaian adat suku Kaili untuk wanita ini disebut dengan nama Nggembe. Pakaian adat wanita ini memiliki bentuk yang unik dan menarik.

Baju adat untuk wanita umumnya memiliki pilihan warna. Pilihan warnanya yaitu warna merah atau warna kuning yang di kombinasikan dengan corak berwarna hitam atau berwarna coklat.

Baju ini berupa baju terusan yang longgar dan lengannya pendek. Ada hiasan berupa manik-manik yang mempercantik baju ini. Dimana baju nggembe ini berbentuk segi empat dan berbentuk bulat di kerah baju.

Bawahan untuk pakaian adat ini yaitu Buya Sabe Kumbaja. Berupa rok panjang dan mekar. Dimana bawahan ini terbuat dari sarung yang ditenun dan berasal dari Donggala. Sarung tenun ini diikatkan pada pinggang wanita. Dimana sisa ikatan tersebut dibiarkan terjuntai sebagai hiasan.

3. Aksesoris yang Menghiasi

Pakaian adat ini dihiasi denga beberapa aksesoris. Aksesoris ini digunakan untuk menyempurnakan pakaian ini. Aksesorisnya berupa sarung yang dipakai pada pria di pinggang. Ada juga keris yang diselipkan di pinggang pria. Ada topi yang disebut dengan siga, topi ini adalah penutup kepala untuk pria.

Pakaian adat ini dilengkapi dengan aksesoris seperti pakaian pria. Aksesoris yang ada pada pakaian wanita ini adalah berupa anting panjang atau disebut dali taroe, gelang yang disebut ponto date, gemo atau kalung berunyai. Selain itu, ada penutup dada yang disebut sampo dada. Ada ikat pinggang yang terbuat dari emas dan disebut pende.

Filosofi yang Dimiliki Pakaian Adat Kaili

Filosofi yang Dimiliki Pakaian Adat Kaili
Image Credit: Instagram.com @laelypassions

1. Fiosofi Nama Tempat

Kaili adalah berasal dari nama pohon dan buah dari pohon Kaili. Pohon ini menurut beberapa cerita tumbuh di tepi sungai dan menjulang tinggi. Pohon ini tumbuh banyak juga di sekitar pantai.

Pohon ini menjadi penanda bagi beberapa nelayan dan pelaut yang berada di tengah laut. Sehingga suku ini pun akhirnya disebut dengan nama suku Kaili.

2. Filosofi Penutup Kepala Pria

Selain cerita unik dari pemberian nama suku ini. Penggunaan pakaian adat suku ini memiliki aksesoris di bagian kepala. Aksesoris ini berupa siga. Siga atau dester yang digunakan sebagai penutup kepala ini memiliki beberapa pilihan warna.

Menurut beberapa cerita pilihan warna dari siga ini menentukan status sosial bagi pemakainya. Namun tradisi ini sudah lama tidak diterapkan lagi. Sehingga banyak masyarakat memilih menggunakan penutup kepala ini sesuka hatinya.

Proses Pembuatan Baju Adat Kaili

Proses Pembuatan Baju Adat Kaili
Image Credit: Instagram.com @laelypassions

Pakaian adat Kaili memiliki pakaian adat yang nyaman dan aman saat digunakan. Dimana pembuatan pakaian adat ini menggunakan bahan pilihan dan berkualitas terbaik. Seperti bawahan yang digunakan oleh wanita yaitu sebuah sarung yang ditenun dengan baik oleh masyarakat Donggala sendiri.

Pembuatan baju wanita ini diberikan corak hitam berbentuk lingkaran di bagian leher. Baju ini dibuat dengan membentuk persegi empat yang unik.

Pada pakaian adat pria, dibuat dengan motif yang indah dan mengagumkan. Pada sarung yang digunakan pada pria ini adalah sebuah sarung tenun yang khas dibuat tanpa proses pembuatan dengan pabrik. Selain itu, beberapa hiasan-hiasan yang ada tersebut dibuat dengan emas dan daun kelapa atau daun pandan.

Pakaian Adat Suku Kaili Lainnya

Pakaian Adat Suku Kaili Lainnya
Image Credit: Instagram.com @laelypassions

Selain Koje dan Nggembe, Kaili juga memiliki beberapa pakaian adat lain yang juga berasal dari Sulawesi Tengah. Pakaian-pakaian adat ini memiliki keunikan yang sama dengan dengan sebelumnya. Berikut 3 pakaian adat Kaili:

1. Pakaian Adat Suku Saluan

Sama dengan pakaian adat suku kailin lainnya. Pakaian adat suku Saluan ini juga memiliki perbedaan untuk pakaian adat wanita dan prianya. Untuk wanita menggunakan rok Mahantan Nu’boune dan pria menggunakan pakaian bernama Nu’Moane Koja.

Pada wanita menggunakan rok panjang dan pria menggunakan celana panjang dengan kemeja. Pakaian adat ini dihiasi dengan aksesoris yang mewah dan menambah keindahan untuk pakaian adat ini.

Pada wanita pakaian adatnya ada aksesoris yang melengkapi yaitu berupa kalung, selendang, anting dan gelang. Pada pria menggunakan aksesoris berupa sungkup nu’ubak atau topi penutup kepala. Ada juga sarung lipat yang dipakai pada pinggang pria.

2. Pakaian Adat Suku Mori

Pakaian adat suku Mori untuk wanita menggunakan blus yang memiliki lengan panjang. Baju wanita ini umumnya berwarna merah. Pakaian untuk pria berbentuk kemeja senada dengan warna pakaian wanita. Kedua pakaian ini dibedakan dari bawahan yang digunakan.

Wanita menggunakan rok panjang yang anggun yang disebut dengan nama Hawu. Pakaian wanita ini berwarna merah cerah. Sedangkan pria menggunakan celana panjang merah yang disebut salura. Pakaian adat wanita dan pria ini memiliki warna yang senada. Dimana jika berada di satu tempat maka akan terlihat serasi.

Selain itu, ada beberapa aksesoris yang digunakan dan melengkapi pakaian adat suku Mori ini. Aksesoris yang umum digunakan pada pakaian adat ini berupa tusuk konde, ada anting, kalung, cincin dan ikat pinggang. Sedangkan pada pria hanya menggunakan penutup pada kepalanya.

3. Pakaian Adat Suku Toli-Toli

Pakaian adat wanita suku Toli-toli ini menggunakan blus dengan bahan badu. Baju wanita ini memiliki bentuk lengan pendek. Di beberapa lipatan baju ini terdapat manik-manik yang dipayet menjadi hiasan yang mewah dan cantik. Bawahan baju indah ini dipadu dipadankan dengan celana panjang.

Aksesorisnya berupa sarung yang dibuat dan dipasang sampai lutut. Selain itu beberapa aksesoris lainnya juga turut menampakkan keindahan pakaian adat ini.

Pada pakaian adat pria, pakaian adat ini menggunakan baju lengan panjang. Ada hiasan berwarna emas yang memikat. Baju adat pria ini dilengkapi dengan celana panjang yang disebut Puyuka. Baju adat pria ini juga di berikan sarung dengan ukuran selutut dan dipasang di pinggang.

Aksesoris bagi pakaian adat pria yaitu berupa selendang dan selempang yang dipasang. Selendang dan selempang ini dibuat untuk memperindah penampilan dari baju adat suku Toli-toli ini.