3 Rumah Adat Maluku & Keunikannya

Rumah Adat Maluku

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman suku dan budaya. Seperti di Maluku dan Maluku Utara yang memiliki rumah adat tradisional dengan ciri khas dan keunikannya masing masing.

Rumah adat di Indonesia memiliki berbagai macam bentuk. Jika Anda sedang berada di daerah timur, tepatnya Maluku dan Maluku Utara Anda akan menemukan tiga tipe rumah adat yang unik dan memiliki ciri khasnya masing masing. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan mengenai bentuk rumah adat Maluku berikut ini.

1. Rumah Adat Hibualamo

Rumah Adat Hibualamo
Image Credit: Twitter.com @jagonyahotel

Rumah adat Hibualamo merupakan salah satu rumah yang berasal dari Halmahera Utara. Menurut penelitian yang telah dilakukan, Hibualamo merupakan rumah yang telah berdiri dan sudah ada sejak tahun 1400an atau sekitar 600 tahun yang lalu. Akan tetapi, rumah adat ini baru diresmikan pada bulan April, 2007 silam.

Secara etimologis, Hibualamo berasal dari dua kata. Hibua yang berarti rumah dan lamo yang berarti besar. Jika digabungkan, rumah adat yang ada di Maluku Utara ini memiliki arti yakni rumah yang besar. Berbeda dengan rumah adat lain yang ada di Maluku, Hibualmo cenderung memiliki dinding layaknya rumah pada umumnya.

Rumah satu ini memiliki bentuk yakni berupa delapan sudut dengan memiliki ornamen ukiran binatang yang terdapat pada bumbungan rumah. Untuk arsitektur dari bangunan rumah adat ssatu ini juga memiliki kesamaan pada bentuk octagon yang berada pada tiang dan juga bumbungannya.

Hibualamo sendiri merupakan salah satu rumah adat yang muncul saat warga atau masyarakat Halmahera Utara sedang bermukim di wilayah pesisir. Perlu Anda tahu, fungsi dari rumah adat satu ini yakni sebagai tempat masyarakat untuk berkumpul dan menyelesaikan permasalahan terkait aturan adat.

Selain itu, rumah adat khas Maluku satu ini juga memiliki kegunaan sebagai penanda dari identitas saat memasuki sebuah kampung, tempat untuk membicarakan sesuatu yang penting hingga menjadi tempat untuk mensyukuri hasil. Rumah adat ini dulunya memiliki fungsi sebagai tempat untuk pemujaan nenek moyang.

Rumah Hibualamo
Image Credit: Facebook.com @wenang.wening

Jika berbicara mengenai struktur bangunannya, rumah adat Hibualamo ini mirip sekali dengan perahu. Hal ini tentunya mencerminkan dari kebudayaan maritim yang dimiliki oleh Suka Galela dan Tobelo. Seperti yang Anda tahu, sejak jaman dulu kala kedua suku ini memang hidup sebagai pelaut.

Seperti yang telah dikatakan diatas, rumah adat Hibualamo mempunyai delapan sisi, yang mana juga mempunya empat pintu masuk. Adanya pintu masuk tersebut dibuat sesuai dengan empat penjuru mata angin. Tak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, rumah satu ini juga memiliki fungsi sebagai tempat dilakukannya upacara adat saat memasuki masa panen.

Rumah adat Halmahera utara ini juga menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat. Dimana juga berfungsi sebagai tempat untuk mempersatukan sepuluh suku yang ada di Halmahera, Loloda dan juga Pulau Morotai. Sehingga dengan adanya rumah adat ini dapat menjadi tempat penyatu bagi suku suku tersebut.

Hal unik lain yang dimiliki oleh rumah adat satu ini adalah memiliki empat warna saja. warna tersebut antara lain seperti putih, hitam, kuning dan juga merah. Di balik warna tersebut juga memiliki makna tersendiri. Warna putih yakni melambangkan kesucian, warna merah melambangkan kegigihan, warna hitam melambangkan kejayaan dan juga warna kuning yang berarti kemegahan.

2. Rumah Adat Sasadu

Rumah Adat Sasadu
Image Credit: Facebook.com @malutkita

Setelah mengenal rumah adat Hibualamo, di Maluku sendiri juga terdapat rumah adat lainnya. Rumat adat ini kerap kali disebut dengan Sasadu. Bangunan tersebut dapat dikatakan sebagai salah satu karya asli dari masyarakat Suku Sahu. Suku satu ini telah mendiami Halmahera dalam kurun waktu yang lama.

Jika dilihat dari segi filosofi dan bentuknya tentunya rumah adat ini memiliki bentuk yang berbeda dengan rumah adat lain yang ada di Maluku dan Maluku Utara. Adapun keunikan dari rumah satu ini bisa dilihat dari struktur bangunannya. Berbeda dengan rumah adat Hibualamo yang berbentuk dinding layaknya rumah saat ini, rumah adat Sasadu tidak demikian.

Hal ini dikarenakan rumah tersebut memiliki model seperti rumah panggung. Meskipun rumah panggung ini tetap memiliki pondasi yakni berupa tiang tiang. Adapun fungsi dan keberadaan tiang tersebut adalah sebagai penopang dari kerangka atap rumah. Sehingga meskipun rumah panggung, sasadu akan tetap terlihat kokoh.

Selanjutnya, beralih ke material yang digunakan untuk membangun rumah satu ini. disini, rumah adat sasadu menggunakan material seperti daun kelapa, ijuk dan juga daun sagu. Dengan memiliki bentuk bangunan tanpa dinding, rumah ini memang didesain sedemikian rupa.

Pasalnya, fungsi dari rumah panggung ini adalah sebagai tempat untuk bermusyawarah. Salah satu keunikan dari rumah adat sasadu adalah walaupun tidak memiliki dinding, akan tetapi Anda akan menemukan banyak pintu pada rumah satu ini. Setidaknya, Anda pun bisa menemukan enam buah pintu masuk dari rumah adat sasadu.

Rumah Sasadu
Image Credit: Twitter.com @rangerunguu

Pintu pintu tersebut tentu saja akan memiliki fungsi yang berbeda beda. Dimana dua pintu khusus untuk laki laki, dua pintu khusus untuk perempuan dan dua pintu lainnya khusus untuk para tamu saja. di rumah satu ini juga memiliki bola bola ijuk. Adanya bola bola ijuk tersebut sebagai lambang kestabilan dan juga kearifan.

Ketika Anda memasuki atau melihat rumah adat sasadu dari dekat, Anda pun akan mendapati bahwa pada atap rumah terdapat dua helai kain yang memiliki warna merah dan putih. Adanya kain tersebut sebagai lambang atau pertanda nasionalisme yang tinggi dan juga komitmen dari masyarakat Maluku sebagai warga negara Indonesia.

Setelah membahas struktur rumah adat sasadu ini, tak lengkap rasanya jika tidak membicarakan tentang filosofi di dalamnya. Rumah satu ini pada bagian bawahnya dibuat pendek dari langit langit. Hal ini dapat diartikan bahwa adanya rasa keterbukaan sekaligus penghargaan kepada siapa saja yang datang ke Maluku.

Dimana tamu atau pendatang tersebut telah menghormati dan juga patuh pada aturan adat yang berlaku di daerah tersebut. Selanjutnya, pada bagian ukiran dari atap rumah adat Maluku Utara akan dibuat menyerupai perahu. Hal ini sebagai lambang atau pertanda bahwa masyarakat yang mendiami Maluku merupakan orang yang gemar melaut dan lahr dari suku pelaut.

3. Rumah Adat Baileo

Rumah Adat Baileo
Image Credit: Facebook.com @desain-rumah-modern-minimalis

Berlanjut ke rumah adat terakhir yang ada di Maluku dan Maluku Utara. Rumah satu ini diberi nama yakni rumah adat Baileo. Rumah satu ini merupakan rumah yang paling terkenal bahkan banyak digunakan. Hal ini dikarenakan rumah adat baileo adalah bangunan yang merepresentasikan masyarakat Maluku.

Di balik itu, rumah satu ini juga memiliki fungsi yang sangat penting bagi masyarakat Maluku. Hal ini dikarenakan baileo dapat berguna sebagai tempat diskusi bagi tetua adat masyarakat setempat. Biasanya tetua adat tersebut akan membahas tentang isu isu yang penting terkait dengan warga sekitar.

Ketika Anda melihat dengan lebih dekat, rumah satu ini memang memiliki desain dan arsitektur yang terbuka. Dimana modelnya sendiri merupakan rumah panggung dan dibangun tanpa menggunakan dinding seperti rumah jaman sekarang. Jika Anda perhatikan detailnya, maka pada sekeliling rumah akan dilengkapi dengan banyak ukiran.

Sebut saja dengan ukiran yang memiliki motif yakni dua ekor ayam yang berhadapan. Dimana dalam ukiran tersebut juga diapit oleh dua ekor anjing pada kedua sisinya. Pastikan jika Anda berkunjung ke Maluku atau Maluku Utara mampir untuk melihat keunikan dari rumah adat satu ini.

Tak hanya dari segi arsitektur saja, rumah adat Baileo ini juga memiliki keunikan tersendiri. Apabila Anda mengetahui filosofi dari rumah ini, maka rumah adat Baileo dibangun sebagai tanda untuk menghormati arwah leluhur. Dengan begitu mereka akan bebas untuk keluar masuk bangunan dari rumah adat satu ini.

Selain itu, Anda juga akan mendapati bahwa di rumah ini memiliki lantai yang lebih tinggi. Pembuatan tersebut memang memiliki maksud tersendiri. Dimana dengan alasan agar roh roh dari nenek moyang tersebut bisa mendapatkan derajat yang lebih tinggi. Di rumah adat satu ini juga tidak memiliki sekat apapun.

Pembuatan rumah tanpa sekat ini dimaksudkan agar setiap orang yang berada di luar rumah, tetap bisa mendengarkan hasil diskusi maupun musyawarah yang diadakan di dalam rumah tersebut. Oleh karena itu, desain dari bangunan ini memang sengaja dibuat tanpa adanya sekat di dalamnya.

Rumah Baileo
Image Credit: Kumparan.com

Di rumah ini, Anda juga akan menemukan ornamen yang unik dan khas. Ornamen yang berbentuk ayam dan anjing tersebut memang sengaja dalam posisi yang bersebelahan. Namun, Anda tidak hanya akan menemukan ukiran ayam dan anjing saja. melainkan, Anda juga bisa untuk menemukan ukiran yang memiliki bentuk bulan, matahari, bintang pada atap rumah.

Ketiga bentuk ukiran tersebut akan memiliki warna yang berbeda beda. Warna tersebut antara lain terdiri dari kuning, merah dan juga hitam. Ukiran tersebut juga tak hanya berfungsi sebagai pajangan atau ukiran untuk memperindah rumah saja. melainkan juga memiliki maksud dan tujuan tersendiri.

Dimana dengan adanya ukiran tersebut dimaksudkan sebagai tanda atau komitmen untuk menjaga keutuhan dari adat dan istiadat yang ada di Maluku. Keunikan lain yang bisa Anda temukan dari rumah satu ini adalah rumah tersebut dibuat dengan sangat bersahabat dengan alam.

Pasalnya, di dalam bangunannya Anda tidak akan menemukan satu buah paku pun. Bahan bahan atau material yang digunakan untuk membangun rumah ini adalah dengan menggunakan kayu, atap rumbia dan juga bambu. Untuk itu, bangunan ini pun akan sangat unik dan jarang Anda temui di tempat lain.

Disini, Anda juga akan menemukan batu pamali. Batu satu ini biasanya berbentuk kerikil yang umumnya digunakan sebagai tempat untuk sesaji bagi para leluhur. Dengan keberadaan dari batu ini menunjukkan jika rumah adat baileo ini merupakan salah satu bangunan yang keberadaannya memang harus dihormati. Tentunya sebuah kehormatan apabila Anda bisa mengunjungi rumah adat yang ada di Maluku ini.

Itulah beberapa rumah adat yang bisa Anda temukan di Maluku dan Maluku Utara. Keberadaan dari rumah adat tersebut dapat sebagai simbol atau menandakan bahwa Indonesia merupakan suku yang kaya akan keberagaman budaya. Hal ini dikarenakan pada setiap daerah Anda akan bisa menemukan rumah adat dengan bentuk yang unik dan berbeda serta memiliki makna filosofis tersendiri.