6 Makanan Khas Palopo yang Wajib Anda Coba

Makanan Khas Palopo

Daftar Makanan Khas Palopo – Tak hanya keindahan yang beragam, kuliner khas Indonesia juga tak kalah beragam. Pengolahannya yang unik dengan rasanya yang membuat rindu sangat pas untuk dijelajah. Termasuk ketika Anda menginjakkan kaki ke daerah Sulawesi Selatan tepatnya daerah Palopo. Makanan khasnya patut untuk Anda jajal agar tak hanya wisata alam namun wisata kuliner juga puas. Untuk tahu kuliner khas Palopo yang paling direkomendasikan, yuk simak ulasannya.

1. Pacco’

Pacco’

Image Credit by Sarihusada.co.id

Sulawesi Selatan memang kaya akan hasil baharinya sehingga mudah untuk menemui makanan yang berbahan ikan laut. Seperti halnya Pacco yang sering dibilang sebagai sushiminya khas Sulawesi Selatan. Ikan yang digunakan untuk membuat Pacco ini sangat beragam dan kembali pada selera anda. Ikan yang disajikan juga sama dengan sashimi yaitu ikan mentah yang diberikan bumbu untuk menghilangkan bau amisnya.

Ikan yang akan dijadikan Pacco lebih dulu dibersihkan dari tulang maupun kepalanya. Setelah itu akan direndam dengan air cuka atau air jeruk nipis hingga 10 menit. Kemudian itu ada agar cita rasanya makin nikmat, maka ditambahkan kacang goreng, cabe dan garam. Hanya saja bumbu ini ditambahkan setelah ikan diperas dari jeruk nipis dan diaduk dengan bumbu. Jika ingin mencobanya langsung di Polopo atau membuatnya sendiri di rumah.

2. Ikan Parede

Ikan Parede

Image Credit by Budaya-indonesia.org

Olahan ikan segar khas dari Palopo ini memang terlihat ikan pindang dengan kuah yang bening jika dari segi tampilan. Namun dari segi rasa sangat unik karena menggunakan patikala. Jika disantap dengan mangga muda akan luar biasa nikmatnya. Ikan yang digunakan biasanya ikan bandeng, lamuru, kakap dan jenis ikan lainnya. Hal ini karena ikan tersebut berukuran besar. Kepala ikan Lamuru dan Kakap juga populer untuk diolah parede.

BACA JUGA:  16 Tempat Wisata di Jeneponto Terbaru & Paling Hits Dikunjungi

Apabila ikan yang diugunakan merupakan ikan segar, maka hasil kuah yang dihasilkan juga akan segar. Beberapa akan menimbulkan rasa manis alami dari protein hewani ini. Yang membuat parede istimewa adalah kuah bening yang memiliki rasa asam dan pedas yang pas. Rasa asamnya didapatkan dari asam patikala serta parutan mangga muda. Asam patikala ini juga berperan penting untuk menguarkan aroma harum yang menggoda.

Asam Patikala ini jika didaerah lain sering disebut sebagai honje atau kecombrang. Parede tidak akan memiliki rasa sama jika memasaknya menggunakan asam jenis yang lain. Karena kunci dari masakan ini adalah asam patikala dengan bumbu lain yang sederhana dan minimalis. Pemasaknya juga harus handal agar rasanya pas dan seimbang. Parede sangat mantap jika didampingi dengan nasi juga sambal mangga yang pastinya akan membuat Anda ketagihan.

3. Lawa

Lawa

Image Credit by Tambahwawasanapasaja.blogspot.com

Jantung pisang jika dimasak dengan cara yang tepat memang mengalahkan cita rasa daging. Tak hanya bisa diolah denagn kuah santan saja, jantung pisang juga bisa dijadikan urap khas Palopo. Masakan satu ini memang mirip dengan urap urap di Jawa, yakni sayur yang kemudian dilaburi dengan parutan kelapa yang telah diberi bumbu. Sementara lawa merupakan jantung pisang mentah atau yang disiram air panas denagn ikan mairo mentah.

Meskipun mentah namun ikan ini tidak menimbulkan rasa amis sama sekali. Ikan Mairo ditambahkan agar protein di dalam lawa tetap ada. Rasa segar karena menggunakan bahan yang masih mentah akan semakin khas dengan tambahan perasan limau kasturi. Kuliner satu ini patut Anda coba apalagi jika sudah bersanding dengan dange ataupun ruji. Kaloborasi kedua menu ini akan membuat lidah Anda bergoyang dan pengalaman yang tak terlupakan.

BACA JUGA:  Wahana & Fasilitas Bugis Waterpark Makassar

4. Dange

Dange

Image Credit by Steemit.com

Dange merupakan kuliner tradisional masyarakat Bugis yang menjadi santapan sehari hari. Makanan satu ini juga selalu hadir di berbagai acara seperti ramah tamah hingga acara pernikahan. Dange sendiri terbuat dari sagu yang kemudian di cetakan tanah liat berbentuk kotak. Setelah itu dange dipanggang hingga warnanya berubah menjadi abu abu. Tungkunya sendiri diletakkan di atas bara api yang menggunakan kayu bakar bukan menggunakan kompor pada umumnya.

Inilah yang membuatnya semakin sedap, apalagi proses memasaknya juga hingga butiran sagunya tidak saling melekat. Dange tentunya sangat kaya akan karbohidrat karena terbuat dari sagu. Selain di Papua, Sagu memang menjadi makanan pokok masyarakat Sulawesi. Mengkonsumsi Dange akan sangat pas jika ipadukan dengan Pecco atau Lawa’. Apalagi kuliner khas Palopo memiliki banyak kandungan vitamin yang sangat baik untuk tubuh.

5. Kapurung

Kapurung

Image Credit by Resepkoki.id

Kapurung merupakan jajaran kuliner di Palopo yang terkenal. Meskipun kuliner ini merupakan olahan tradisional namun tetap digemari hingga kini. Makanan ini mendapat julukan sebagai makanan kebersamaan. Karena pengolahannya dilakukan secara gotong royong meskipun pembuatannya tidaklah rumit. Bahan dasar dari makanan ini adalah sagu yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi sehingga akan membuat kenyang.

Kapurung merupakan makanan warisan dari nenek moyang yang harus tetap dijaga hingga kini. Rasanya yang lezat dan juga memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. Karena selain sagu juga terdapat berbagai macam jenis sayuran. Sehingga Kapurung sangat pas dikonsumsi oleh semua kalangan. Sayuran seperti bayam, jagung manis, jantung pisang, hingga kacang panjang bisa ditambahkan dalam makanan satu ini.

Karena menjadi makanan yang banyak digemari, membuat kapurung menjadi makanan yang dijadikan ide bisnis. Sudah banyak warung yang menjual kapurung di Sulawesi Selatan. Bahkan di daerah selain Palopo Anda juga tetap bisa menemukan kuliner khas Palopo ini. Untuk menambah rasa agar semakin nikmat banyak yang menambahkan ikan didalamnya. Menikmati kapurung saat masih hangat adalah santapan yang paling mantap.

BACA JUGA:  6 Masjid Megah di Makassar yang Wajib Anda Kunjungi

6. Dampo Durian

Dampo Durian

Image Credit by Hesti-myworkofart.blogspopot

Palopo merupakan salah satu daerah yang merupakan penghasil durian di Sulawesi. Sehingga bukan hal yang mengherankan jika Anda menemui olahan durian dengan mudah. Karena banyak sekali makanan tradisional yang diolah dengan bahan dasar durian. Dampo durian menjadi salah satunya, olahan satu ini memiliki cita rasa yang manis. Dampo durian mirip dengan dodol yang bisa Anda temui di Jawa, hanya saja bahan dasarnya durian asli.

Buah durian yang telah dihilangkan isinya akan diolah dengan gula merah ataupun gula aren. Setelah menjadi adonan yang sesuai dampo bisa diolah menjadi berbagai makanan. Mulai dengan menambahkan dengan tepungkemudian menggorengnya atau olahan yang lainnya. Kini dampo juga banyak dijual secara online sehingga Anda bisa membelinya tak hanya di Palopo. Bahkan Anda juga bisa membuatnya sendiri di rumah karena bahannya tidak rumit.

Letak Palopo dengan Luwu memang tidaklah jauh sehingga makanan yang ada hampir mirip antara satu dengan yang lainnya. Bahkan hanya dengan menempuh jarak 15 menit kedua kota ini sudah saling terhubung. Makanan yang ada di Palopo kebanyakan menggunakan ikan laut yang memang banyak ditemui di Sulawesi Selatan. Selain itu juga tambahan sayur yang membuat gizinya semakin lengkap. Beberapa makan bahkan bersifat istimewa karena disajikan ketika upacara tertentu.