5 Makanan Khas Gowa yang Wajib Anda Coba

Makanan Khas Gowa

Kabupaten Gowa memiliki beragam makanan khas dengan rasa otentik, yang terkenal enak dan menggugah selera. Jika Anda berencana jelajah wisata Gowa, jangan sampai melewatkan kesempatan mencicipi hidangan khasnya yang begitu lezat.

Berkunjung ke Gowa, Sulawesi Selatan, tentu tak lengkap bila Anda tidak mencicipi makanan khas di tempat satu ini. Kuliner khas Gowa memang layak untuk dinikmati, terlebih saat sedang musim hujan seperti saat ini. Tentu berlibur sembari ditemani makanan hangat akan membuat suasana hati menjadi lebih rileks, apalagi perut sudah diberi asupan. Berikut daftar makanan khas Gowa yang dapat membuat lidah Anda berselera.

1. Coto

Coto

Image Credit: Okezone.com

Kabupaten Gowa, yang berbatasan langsung dengan kota Makassar tentu memiliki makanan khas yang serupa. Meski coto sering disandingkan dengan nama Makassar, namun makanan yang termasuk dalam kuliner legendaris ini dulunya merupakan simbol kebesaran raja Gowa. Sebelum menjadi salah satu hidangan yang merakyat seperti sekarang ini, coto merupakan salah satu barang mewah.

Masakan ini pertama kali dihidangkan pada tahun 1538, sebagai santapan untuk keluarga kerajaan Gowa serta sajian untuk menyambut tamu kerajaan. Setelah era kerajaan usai, coto mulai berkembang di masyarakat karena banyak yang penasaran dengan kelezatannya. Karakter dari orang Makassar yang suka merantau, turut memberi peran dalam mempopulerkan masakan ini pada khalayak umum di Indonesia.

Keunggulan dari coto sendiri terletak pada rasa daging sapinya yang begitu gurih, bahkan meresap hingga ke bagian seratnya. Sebab daging dari coto ini direbus terlebih dahulu dengan air cucian beras, baru kemudian dicampur dengan jahe, lengkuas, serai, serta daun salam untuk menghilangkan bau amis daging. Bagian dari sapi seperti babat, jantung, hati, paru, dan lidah juga ikut dihadirkan dalam racikan coto.

Semua bagian dari tubuh sapi tersebut direbus secara terpisah, baru kemudian diberi bumbu agar rasanya tidak tercampur. Jadi Anda tak akan menemukan aroma kurang sedap dari makanan khas satu ini. Hidangan ini akan bertambah nikmat apabila Anda mencampurnya dengan sambal tauco khas Makassar, yang bisa membuat kenikmatannya menjadi dua kali lipat.

Selain sambal tauco khas Makassar, umumnya setiap mangkuk coto yang diracik menggunakan daging serta rempah berkualitas tinggi juga disajikan dengan tambahan yang lain. Seperti telur rebus, kacang goreng, dan ketupat yang bisa Anda pilih mau ditambahkan atau tidak sesuai selera. Menyantapnya selagi hangat tentu bisa menghangatkan perut, hati, dan pikiran. Terlebih dengan harganya yang terjangkau, membuat hidangan ini semakin populer.

BACA JUGA:  Saung Rindu Alam, Tempat Kuliner Favorit Keluarga di Gowa

2. Pallu Kaloa

Pallu Kaloa

Image Credit: Sajiansedap.grid.id

Selain coto, makanan khas Gowa lainnya yang sangat unik dan wajib untuk Anda cicipi yaitu pallu kaloa. Pallu kaloa merupakan hidangan ikan yang unik serta sedap, dimana masakan ini diolah dengan menggunakan bumbu kaloa atau kluwek yang dipadu dengan sambal. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, pallu kaloa sendiri memang memiliki arti yaitu memasak menggunakan rempah kaloa.

Pallu kaloa ini memiliki citarasa yang amat kompleks, aroma serta citarasa yang paling menonjol memang adalah kluwek, sehingga sekilas mungkin akan terlihat dan terasa seperti rawon. Namun pada suapan kedua atau selanjutnya, Anda akan semakin merasakan ada tekstur butiran halus yang gurih dari kelapa gongseng. Kelapa gongseng ini juga yang membuat kuah dari pallu kaloa menjadi lebih tebal dan kental.

Adanya sereh serta daun salam sebagai salah satu bumbu dasarnya, seperti menegaskan kemiripan dari pallu kaloa dengan rawon. Tapi pada hidangan pallu kaloa ini ada juga sebagian orang yang menambahkan daun jeruk, sehingga tercipta sebuah aroma serta rasa khas yang berbeda dari rawon. Selain itu, cita rasa pallu kaloa yang kaya juga diciptakan oleh ketumbar, kayu manis, dan jintan yang membuatnya terasa penuh di mulut.

Pallu kaloa paling cocok bila disajikan dengan racca mangga, yakni sambal terasi yang ditambah dengan serutan halus dari mangga muda. Racca mangga ini bisa menghilangkan kesan lengket dari tulang muda serta lemak yang dikandung oleh kepala ikan. Jadi jangan heran bila saat memesan pallu di Gowa, Anda akan disuguhkan oleh hidangan sambal mangga muda sebagai pelengkap.

3. Sapi Toppa Lada

Sapi Toppa Lada

Image Credit: Seringjalan.com

Sapi toppa lada merupakan salah satu masakan khas Gowa, yang terbuat dari olahan daging sapi. Rasanya sangat lezat, dengan perpaduan dari rasa asam manis pedas dengan bumbu rempah yang meresap hingga serat daging. Hidangan khas ini umumnya sering disajikan pada saat ada acara tertentu di rumah. Misalnya seperti akikah, khitanan, hajatan, atau pernikahan, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:  Benteng Bukit Kambo Palopo, Destinasi Favorit di Sulawesi Selatan

Sapi toppa lada memiliki bentuk hidangan yang mirip dengan rendang, namun menyuguhkan cita rasa kari yang lezat. Penggunaan cabai merah besar pada olahannya memberikan inspirasi nama toppa lada. Meski diberi nama lada, namun hidangan khas Gowa satu ini sebenarnya tidak terlalu pedas sehingga masih bisa dinikmati oleh semua pecinta kuliner.

Penggunaan dari cabai merah tersebut juga memberi tampilan yang menggugah selera dari sapi toppa lada ini. Dengan tampilan warna merah kecoklatan dari daging segar berpadu dengan balutan cabai serta bumbu lainnya, tentu akan membuat Anda tertarik untuk mencobanya. Rasanya begitu nagih, sehingga bisa membuat Anda ingin mencicipinya lagi dan lagi.

4. Bassang

Bassang

Image Credit: Gosulsel.com

Bassang merupakan olahan bubur yang terbuat dari biji jagung dan campuran santan serta bumbu lainnya. Makanan ini merupakan hidangan tempo dulu dengan cita rasa khas nusantara. Bahan utamanya yakni jagung ketan atau jagung pulut khas dari Sulawesi. Untuk membuatnya, biji jagung pulut harus dikeluarkan dari kulitnya sehingga jagung akan terlihat sangat putih. Dimana jagung pulut yang digunakan adalah jagung yang sudah tua.

Kemudian, buliran jagung yang telah keluar dari kulit ini nantinya direndam selama satu malam. Lalu dimasak hingga airnya habis, kemudian baru ditambah dengan daun pandan dan santan. Santan yang telah ditambahkan selanjutnya harus dikentalkan dengan campuran tepung terigu dan sedikit air. Lalu tidak lupa ditambah dengan ekstrak vanili dan garam yang kemudian diaduk merata dengan semua bahan yang ada.

Hidangan bassang ini akan lebih lezat bila dihidangkan selagi panas atau hangat, dan ditambah dengan tambahan gula pasir secukupnya saat disajikan. Karena tidak semua orang suka masakan manis, penjual biasanya menyiapkan wadah gula agar pengunjung bisa menambahkan sendiri gula pada bassang sesuai dengan selera. Beberapa orang bahkan juga menambahkan rempah lain seperti jahe ke dalam bassang.

Meski memiliki cita rasa yang begitu lezat, dan sudah ada turun temurun. Hidangan bassang ini saat ini menjadi semakin langka dan sepertinya hanya bisa Anda temukan di daerah Sulawesi Selatan. Jadi untuk bisa mencicipinya, apalagi dengan rasa yang otentik, Anda perlu berkunjung langsung ke Kabupaten Gowa. Anda tidak perlu khawatir soal rasa dan harga, karena Bassang bisa Anda dapatkan dengan harga terjangkau dan rasanya yang begitu lezat.

BACA JUGA:  7 Mall di Makassar Paling Recommended

5. Sarabba

Sarabba

Image Credit: Kompas.com

Hidangan khas Gowa yang juga tidak boleh Anda lewatkan yaitu sarabba, yang memiliki aroma serta rasa sedikit pedas. Tidak hanya mampu menggoda dan menggoyang lidah, namun minuman sarabba ini juga bisa membuat Anda ketagihan untuk menyeruputnya. Hingga saat ini tidak ada tahu mengenai sejarah awal atau asal muasal sarabba di daerah Gowa, ada yang menyebutkan bahwa minuman ini berasal dari arab.

Meski demikian, masih tidak ada literatur yang menyebutkan kapan dan siapa yang membawa jenis hidangan ini masuk ke daerah Sulawesi Selatan. Yang pasti adalah sarabba sudah ada sejak lama, dan sudah sangat terkenal hingga pelosok desa. Sajian ini bahkan sudah turun temurun, dan bisa Anda jumpai saat acara kumpul di malam hari. Seperti persiapan saat hendak melakukan pesta di suatu tempat, dan lainnya.

Sarabba pada dasarnya memiliki kemiripan dengan bajigur, yang merupakan minuman khas masyarakat Sunda Jawa Barat. Karena bahan dasar keduanya terdiri dari gula aren santan, bajigur juga ditambah dengan campuran garam, jahe, dan bubuk vanili. Bajigur juga disajikan bersama dengan bandrek, ubi rebus, kelepon, dan kacang rebus. Sedangkan sarabba disajikan bersama ubi goreng dan sambal goreng dengan sambal yang khas.

Biasanya sarabba dijual dalam bentuk tiga variasi yang berbeda, di antaranya yaitu sarabba biasa, sarabba telur, dan sarabba susu. Dimana sarabba biasa memiliki rasa orginal tanpa tambahan yang lain, sedangkan sarabba telur telah ditambah dengan kuning telur, dan sarabba susu diberi tambahan susu. Masing masing dari varian tersebut memiliki cita rasa unik tersendiri.

Biasanya masyarakat Gowa minum sarabba untuk menghangatkan tubuh, atau untuk mengembalikan stamina setelah lelah beraktivitas. Karena sarabba ini terbuat dari berbagai bahan alami yang baik bagi kesehatan tubuh, bahkan bisa dikatakan tanpa efek samping. Menurut penuturan warga setempat, setelah menghabiskan sarabba, biasanya tubuh akan mengeluarkan keringat sehingga penyakit seperti flu dipercaya bisa lebih cepat sembuh.

Beberapa masakan khas Gowa ini mungkin beberapa sudah sangat populer, bahkan bisa Anda temukan di daerah lain seperti coto. Namun rasa yang otentik tentunya hanya bisa Anda dapatkan dengan langsung berkunjung ke Gowa. Sembari berlibur menikmati ibjek wisatanya yang melimpah, Anda juga dapat menikmati berbagai olah hidangan khasnya yang sangat menggugah selera.