Gua Passea, Situs Purbakala yang Eksotis di Bulukumba

Gua Passea Bulukumba

Gua Passea atau Leang Passea menjadi saksi sejarah peradaban Bulukumba. Objek wisata yang memiliki arti “Gua Tempat Orang Bersedih” dipenuhi benda arkeologis sisa tradisi megalithik.

Harga Tiket: Rp 8.000, Jam Operasional: 24 Jam, Alamat: Lembanna, Kec. Bonto Bahari, Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan; Map: Cek Lokasi

Gua Passea merupakan sebuah situs purbakala yang ada di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Situs ini diyakini telah ditinggali oleh manusia sejak abad ke-8 sebelum masehi. Di lokasi bertipe horizontal ini banyak ditemukan peninggalan yang berumur ratusan tahun.

Nama Passea memiliki arti penderitaan. Penamaan kawasan ini diambil dari bahasa setempat yaitu bahasa daerah Ara khas Bontotiro. Diberi nama demikian karena kawasan ini merupakan tempat pemakaman manusia purba. Kekayaan peninggalan prasejarah di dalam gua ini membuatnya menjadi sebuah situs purbakala.

Berjarak 150 km dari kota Makassar, situs ini berada di tengah kebun warga dan diantara semak belukar. Sebuah penanda lokasi untuk menemukan gua ini adalah pohon besar yang menjulang tinggi dengan batang yang berada di mulut gua.

Daya Tarik yang Dimiliki Gua Passea

Daya Tarik Gua Passea

Image Credit: Instagram.com @wahyu_alqadri

1. Keaslian yang Terjaga

Gua Passea ditemukan oleh seseorang budayawan bernama Muhannis. Beliau pernah mendatangkan seorang peneliti purbakala untuk mengetahui kondisi gua yang berada di dalam perut bumi ini. Hasilnya, seluruh bagian gua berada dalam kondisi asli.

Untuk menjaga kelestarian gua, Muhannis sering mengajak pemuda setempat untuk membersihkan semak belukar yang dapat mengganggu kondisi jalan menuju gua. Gotong royong semacam ini dilakukan agar semakin banyak wisatawan yang nyaman ketika berkunjung ke gua Passea.

2. Peninggalan-Peninggalan Pra Sejarah

Di dalam gua yang konon telah ditinggali manusia sejak abad ke-8 sebelum masehi ini, terdapat banyak peninggalan prasejarah seperti manik-manik kaca, sisa kendi dan guci peninggalan yang bukan berasal dari Indonesia saja. Ada pula peti mati yang berisi tulang belulang manusia purba yang masih asli dan terjaga.

Selain itu, di dalam gua pengunjung akan menemukan batu-batu yang dapat memantulkan cahaya sehingga nampak berkilauan. Bebatuan ini seperti manik-manik kaca yang bersinar. Dipercaya, bebatuan ini merupakan bukti persahabatan dengan India selatan yang ada sejak tahun 500 sebelum masehi.

Bebatuan berkilau ini terletak di lantai dua gua. Untuk sampai ke titik ini, pengunjung harus melewati anak tangga dari potongan batang pohon. Kilauan cahaya yang berasal dari bebatuan ini seperti kristal yang menghiasi seluruh dinding gua di lantai dua.

BACA JUGA:  7 Tempat Wisata Terbaru di Luwu Timur yang Lagi Hits Dikunjungi

Peninggalan pra sejarah lain yang ada di dalam gua ini adalah sisa-sisa tempat makan yang berasal dari daerah setempat dan luar negeri. Asal tempat makan berbentuk guci dan kendi tersebut dari Vietnam, Kamboja dan Cina.

Saat ini, kondisi peti mati yang ada di dalam gua tersisa sebanyak tiga buah. Peti mati yang terbuat dari kayu ini, awalnya memiliki jumlah hingga puluhan. Namun sejak terjadi pengrusakan, peti mati yang awalnya tergantung di langit-langit gua kini berada di lantai gua dengan kerangka yang tercerai berai.

3. Keindahan Gua

Keindahan gua menjadi bayaran yang setimpal setelah wisatawan berlelah-lelah melalui perjalanan menuju mulut gua. Di mulut gua yang menjadi pintu masuk ke dalam gua, pengunjung akan menemukan lubang batu yang biasanya digunakan untuk bersemedi.

Ada pula batu yang tersusun rapi menyerupai perempuan menghadap ke belakang. Perempuan ini memiliki rambut panjang. Bagian mulut gua merupakan bagian yang mendapat sinar matahari cukup, sehingga seluruh bagiannya terlihat dengan jelas.

Daya Tarik dari Gua Passea

Image Credit: Facebook.com @barabeach

4. Berada di Bawah Tanah

Untuk menikmati keindahan dan pesona gua, pengunjung harus melewati batu karang dan semak belukar yang mengelilingi pegunungan. Lokasi mulut gua Passea berada di bawah tanah. Pengunjung dapat sampai setelah melewati jalan setapak sepanjang 500 meter dengan jalan kaki.

Pengunjung harus melewati anak tangga yang di susun dari batu karang. Kemudian berpegangan pada akar-akar pohon besar yang berada di samping kanan kiri, atau menggunakan ranting-ranting pohon.

5. Stalaktit dan Stalagmit yang Masih Terus Tumbuh

Pertumbuhan rata-rata stalagmit dalam jangka waktu satu tahun mencapai 0,13 mm. Dengan mengacu pada kecepatan tumbuh tersebut, dapat diketahui bahwa gua Passea telah ada sejak ratusan ribu tahun yang lalu.

Hal ini didasarkan pada banyaknya penyatuan stalaktit dan stalagmit yang ada di dalam gua. Penyatuan ini melahirkan pilar-pilar baru yang memenuhi gua. Pilar-pilar ini semakin hari semakin tinggi dan membesar. Hingga hari ini, stalaktit dan stalagmit tersebut masih terus bertumbuh di gua yang memiliki panjang 59 meter ini.

BACA JUGA:  Pulau Kambing, Wisata Bahari Tersembunyi Dekat Tanjung Bira

Alamat dan Rute Menuju Lokasi Gua Passea

Alamat Gua Passea

Image Credit: Facebook.com @alief.immerwartet

Secara spesifik, gua Passea termasuk dalam wilayah Kampung Kaddoro, Bulukumba. Sekitar 150 km dari kota Makassar.

Jika berangkat dari kota Makassar, Anda dapat memiliki beberapa pilihan alat transportasi untuk sampai ke Bulukumba. Pertama, menggunakan bus. Naiklah bus jurusan Selayar dari Terminal Mallengkeri, lalu turun di Bulukumba atau Tanjung Bira.

Kedua, naik pete-pete. Pete-pete merupakan sejenis angkutan umum yang lebih kecil dari bus. Dari terminal Mallengkeri Anda dapat langsung menuju Bulukumba. Dan yang terakhir menggunakan BMA trans yang akan langsung mengantarkan Anda sampai di Bulukumba. Anda dapat pula menggunakan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi.

Perjalanan dari kota Makassar menuju Bulukumba membutuhkan waktu empat hingga lima jam dari kota Makassar. Sesudah memasuki Kabupaten Bulukumba, Anda hanya perlu mengikuti jalan poros Bulukumba-Bira. Setelah perjalanan selama kurang lebih 45 menit, Anda akan menemukan papan penunjuk jalan menuju Apparalang.

Buka setiap hari dari mulai senin hingga minggu, destinasi ini terbuka selama 24 jam. Namun, ada baiknya Anda mengunjunginya ketika matahari masih bersinar terang mengingat kondisi gua yang mengandalkan cahaya matahari sebagai penerangan utama. Untuk memasuki kawasan ini, pengunjung hanya membayar Rp 8.000 untuk tiket masuk.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Leang Passea

Kegiatan di Leang Passea

Image Credit: Instagram.com @0hannah4

1. Jelajah Gua atau Caving

Untuk wisatawan yang menyukai kegiatan di alam bebas, jelajah atau susur gua dapat Anda jajal saat berkunjung ke gua ini. Sebagai salah satu kegiatan yang belum banyak dilakukan oleh masyarakat, caving memiliki tantangan yang sangat menarik.

Saat susur gua Anda dapat merasakan sensasi menikmati keindahan perut bumi dan merasakan kegelapan abadi. Masing-masing gua memiliki zona yaitu zona dengan cahaya, zona buta separuh. Dan terakhir zona buta total di mana tak ada cahaya sedikitpun yang masuk ke bagian gua di zona ini.

Di dalam gua, Anda akan bertemu dengan makhluk hidup dengan karakter khas yang berbeda dengan makhluk hidup di luar gua. Makhluk hidup di dalam gua melakukan adaptasi sehingga memiliki bagian tubuh yang unik.

Sebelum melakukan kegiatan yang termasuk dalam olahraga ekstrim ini, Anda perlu mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut : kenakan pakaian yang nyaman, hindari musim penghujan, carilah pemandu yang lebih memahami kondisi gua, selalu bawa alat penerang ganda, dan selalu patuhi aturan.

BACA JUGA:  Keindahan Alam Menakjubkan di Desa Kahayya Bulukumba

2. Wisata Sejarah

Gua Passea memiliki peninggalan sejarah dari zaman purba yang sangat banyak. Akan sangat menyenangkan jika ketika Anda pulang bukan hanya dengan pengalaman baru melainkan mendapat pengetahuan baru.

Anda dapat berbincang dengan budayawan yang menemukan gua ini, drs. Muhannis atau dengan warga sekitar yang memahami kondisi dan data-data yang ada mengenai gua ini. Peninggalan sejarah yang begitu banyak tentu saja meninggalkan kisah yang banyak pula.

3. Hunting Foto

Kawasan gua Passea memiliki keindahan yang luar biasa dengan kondisi yang masih alami. Kombinasi antara stalaktit dan stalagmit yang menyatu menjadi sebuah pilar, serta guratan-guratan dinding gua menjadi salah satu hal menarik yang dapat dijadikan sebagai objek fotografi.

Area gua yang luas juga memberi Anda kesempatan untuk menemukan lebih banyak spot foto. Daerah mulut gua menjadi tempat yang tidak boleh terlewatkan. Daerah ini menjadi daerah paling terang karena cahaya matahari dapat masuk dengan mudah melalui area atas gua yang terbuka.

Kombinasi antara dinding gua yang artistik, cahaya matahari yang bersinar terang dan batang pohon yang ada di mulut gua sangat apik untuk diabadikan dalam bingkai foto. Untuk mendapat hasil di dalam gua, wisatawan memerlukan usaha lebih dengan membawa alat penerangan.

4. Menggambar

Untuk yang memiliki hobi menggambar dan melukis, Anda dapat menggunakan kawasan di gua ini sebagai sumber inspirasi. Ada banyak keindahan yang terpatri di gua ini yang dapat Anda tuangkan dalam sebuah gambar. Menggambar di depan objek tentu saja akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Fasilitas yang Tersedia di Gua Passea Bulukumba

Fasilitas di Gua Passea

Image Credit: Facebook.com @mtmabulukumba

Pengelolaan kawasan gua Passea berada di tangan warga setempat dan pemerintah desa. Sejauh ini pengelola selalu mengupayakan perawatan kondisi jalan yang menjadi fasilitas menuju dan pulang dari gua. Memastikan bahwa tidak ada semak belukar yang mengganggu wisatawan yang datang.

Saksi sejarah peradaban Bulukumba ini memiliki keindahan dan kekayaan sejarah yang sangat menarik untuk dikulik lebih dalam. Banyaknya peninggalan pra sejarah di gua membuat siapapun yang berkunjung harus menjaga dan melestarikannya. Lokasi yang sangat pas dikunjungi untuk wisata alam sekaligus wisata sejarah.