Cagar Alam Morowali (Baturube), Menyusuri Tempat Hidup Suku Wana

Cagar Alam Morowali

Sulawesi Tengah memiliki surga tersembunyi yang menyuguhkan ekosistem botanika yang lengkap. Cagar Alam Morowali (Baturube), Anda bisa mengjelajahi gugusan hutan, gunung, teluk, hingga kekayaan fauna didalamnya.

Lokasi: Kolonodale, Kec. Petasia, Kab. Morowali.
Map: Cek Lokasi

Menyusuri Sulawesi Tengah tak lengkap bila tidak melihat keindahan alam yang memiliki tipe ekosistem beragam. Kawasan tersebut telah diklaim sebagai cagar alam Morowali, karena di dalamnya terdapat berbagai flora dan fauna yang dilindungi. Ekosistem di area tersebut juga dijaga dengan baik beserta keunikan suku Wana yang mendiaminya. Yuk cek ulasannya di sini!

Daya Tarik yang Dimiliki Cagar Alam di Baturube

Daya Tarik Cagar Alam di Baturube

Image Credit: Kaskus.co.id

Para pengunjung yang datang ke kawasan ini akan dimanjakan dengan pemandangan yang luar biasa. Di kejauhan tampak hamparan pohon dengan yang tumbuh tinggi menjulang di tepi sungai. Lanskap alam satu ini juga dilengkapi dengan batuan besar di tepian sungai, sehingga menambah kesan gagah dari barisan pepohonan tersebut.

Tak hanya menyuguhkan pepohonan hijau, Anda juga dapat menikmati padang ilalang di kejauhan yang sangat eksotis. Ilalang ini didominasi warna putih dan hijau yang cocok bila dijadikan sebagai spot foto di Cagar Alam Morowali. Anda bisa menikmati paduan ilalang beserta kesegaran udara akibat banyaknya pohon di sekitar kawasan tersebut.

Seakan belum lengkap, kawasan yang dilindungi ini juga menawarkan keindahan alam yang lainnya. Wisatawan disuguhi danau danau kecil yang menggenang di sekitarnya, sehingga bisa dipakai untuk menyegarkan kulit di tengah terik matahari. Danau danau ini membuat Anda bisa melepas penat dari padatnya kesibukan karena gemericik air yang menenangkan.

Yang tak kalah menarik, terdapat gugusan gunung yang berdiri kokoh serta angkuh. Anda bisa melakukan pendakian ke gunung Tokala, Morowali, dan Tambusisi dengan jalur yang cukup menantang. Ketiga gunung ini jadi lokasi yang sangat tepat untuk memacu adrenalin dan menantang diri sendiri. Selain itu, Anda bisa memacu diri sendiri untuk menaklukkan megahnya ketiga gunung itu.

Daya Tarik Cagar Alam Baturube

Image Credit: Jatamsulteng.org

Tak lengkap rasanya bila tidak membahas ekosistem botani yang disuguhkan oleh cagar alam satu ini. Tipe ekosistem yang ditawarkan sangat beragam, antara lain hutan pantai, hutan mangrove, hutan alluvial untuk dataran rendah, hutan lumut, dan hutan pegunungan. Tentu saja pepohonan yang ada di dalamnya sangat beragam dan menarik untuk diulik lebih dalam.

BACA JUGA:  11 Wisata Pantai Terhits di Palu & Sekitarnya

Kawasan yang paling luas di daerah yang dilindungi ini, yaitu hutan hujan dataran rendah. Tak heran jika kawasan wisata ini memiliki nilai pelestarian yang sangat tinggi, sehingga aktivitas yang dilakukan di dalamnya perlu dipantau dengan baik. Hutan hujan tropis di daerah ini memiliki fungsi yang kompleks, yaitu sebagai kawasan perlindungan untuk mamalia dan burung endemik.

Tak heran bila sebagian wisatawan yang datang akan disuguhi berbagai jenis hewan di dalamnya. Mulai dari mamalia khas Sulawesi Tengah yang tumbuh sangat baik karena ada di habitat yang seharusnya. Burung endemik di kawasan ini memiliki populasi yang cukup melimpah, bahkan ada dua jenis yaitu burung laut atau air dan burung darat.

Kegiatan Seru yang Dapat Dilakukan di Cagar Alam Morowali

Kegiatan di Cagar Alam Morowali

Image Credit: Instagram.com @like_morowali

Para wisatawan yang datang ke daerah ini akan disuguhi berbagai panorama yang menarik. Oleh sebab itu, Anda dapat melepas penat dari aktivitas yang menyita perhatian. Tak hanya itu, Anda juga dapat menyepi dari hiruk pikuknya perkotaan yang membuat banyak orang justru jenuh. Lokasi ini juga sangat tepat untuk mengisi energi untuk kembali beraktivitas di esok hari.

Aktivitas yang tak kalah menarik, yaitu mendaki gunung untuk memacu adrenalin diri. Anda bisa menaklukkan tiga gunung sekaligus karena berada di lokasi yang berdekatan. Ada tiga gunung antara lain gunung Tokala, Morowali, dan Tambusisi yang memiliki ketinggian beragam. Ketiganya memiliki ketinggian sekitar 2000 meter di atas permukaan laut.

Tak lengkap rasanya bila liburan tidak disertai edukasi untuk memperoleh wawasan lebih. Anda dapat menikmati kawasan hutan mangrove yang didominasi tumbuhan untuk atasi abrasi. Masih ada hutan alluvial dataran rendah yang dilengkapi dengan lima jenis tanaman. Selain itu, hutan pegunungan yang memiliki beragam jenis tumbuhan di dalamnya.

Tipe ekosistem hutan yang terakhir, yaitu hutan lumut dengan ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan yang ada di kawasan ini tumbuh tak terlalu tinggi bahkan tampak kerdil. Jenis jenis yang ada di kawasan ini sekitar 3 spesies dengan adanya tanaman lain yang hidup di cabangnya, sehingga menambah keindahan tanaman tersebut.

Kurang lengkap bila kawasan ini hanya didominasi flora, karena di sini juga ada fauna yang cukup menarik untuk dibahas. Jenis pertama, yaitu mamalia khas Sulawesi Tengah yang mendominasi cagar alam ini. Antara lain anoa, babirusa, rusa, kera, kus kus beruang, babi hutan, dan musang abu abu yang bisa Anda temui karena hidupnya yang cukup liar.

BACA JUGA:  10 Tempat Wisata di Tojo Una-Una Terbaru & Paling Hits Dikunjungi

Jenis lainnya juga turut meramaikan ekosistem botanika satu ini, seperti burung dan reptile. Burung yang dapat Anda temui ada dua jenis, yaitu burung laut dan burung darat dengan lokasi hidupnya yang cukup jauh berbeda. Anda sebaiknya berhati hati dengan reptile yang ada, seperti bengkarung, biawak, kura kura, dan beberapa jenis ular.

Terdapat Teluk Tomori di sekitar kawasan Cagar Alam Morowali ini. Dengan begitu, Anda bisa melepas lelah setelah berjalan di kawasan hutan dengan duduk duduk di sekitar teluk. Bagi para pecinta mancing mania, lokasi wisata ini sangat cocok untuk mendapatkan ikan. Ikan yang ada di perairan ini cukup besar dan bisa dijadikan santapan makan siang.

Teluk Tomori memiliki keindahan yang luar biasa, sehingga tak hanya unggul di sektor biota alamnya. Anda dapat menyaksikan batu payung yang dapat dilihat dengan jelas saat air sedang surut. Bentuknya mirip seperti payung yang di tengah teluk, sehingga menambah keindahan pemandangannya dan cocok dijadikan objek foto estetik.

Fasilitas yang Tersedia di Cagar Alam Morowali

Fasilitas di Cagar Alam Morowali

Image Credit: Instagram.com @accaevara

Untuk berkunjung ke kawasan ini, Anda tidak perlu khawatir karena telah disediakan pemandu yang akan membawa Anda berkeliling. Lokasi yang telah diklaim sebagai cagar alam ini dikelola dengan baik, sehingga terdapat kelompok LSM yang siap memandu Anda. Mulai dari pintu masuk, mereka akan menjelaskan seputar lokasi dan daya tariknya.

Disediakan fasilitas yang cukup aman untuk Anda yang ingin menjelajahi lokasi cagar alam satu ini. Anda dapat belajar di sekitarnya tanpa takut adanya hewan yang mengancam. Akan tetapi, para wisatawan juga harus bisa menjaga sikapnya agar tidak diganggu oleh hewan hewan yang ada di sana, sehingga dapat berlibur dengan aman.

Yang tak kalah menarik, Anda tak hanya dapat menikmati kawasan hutan dan pendakian. Wisatawan yang datang ke tempat ini juga dapat berlibur ke air terjun Ganda Ganda yang memiliki tinggi sekitar 15 meter. Dengan debit air yang cukup banyak, Anda dapat bersih bersih diri dengan berendam di air terjun dan melepas lelah di sekitarnya.

BACA JUGA:  10 Tempat Wisata di Parigi Moutong Terbaru & Paling Hits Dikunjungi

Fasilitas yang disediakan oleh wisata satu ini memang cukup minim, tetapi sangat layak untuk Anda. Beberapa di antaranya kamar mandi di sekitar air terjun yang dapat dipakai untuk berganti pakaian atau membasuh diri. Anda juga bisa buang air kecil di dalamnya karena air yang disediakan cukup bersih dan melimpah.

Alamat dan Rute Perjalanan Menuju Cagar Alam

Alamat Menuju Cagar Alam

Image Credit: Instagram.com @intnpndji

Berlibur ke Baturube memerlukan perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, sehingga sangat disayangkan bila Anda hanya memiliki waktu singkat. Dari kota Palu, Anda perlu melakukan perjalanan ke Poso dengan dua cara tempuh. Pertama dengan jalur darat yang membutuhkan waktu sekitar 6 jam, sedangkan dengan pesawat hanya butuh sekitar 20 menit.

Setelah sampai di Poso, para wisatawan harus melanjutkan perjalanan darat yang dapat memakai kendaraan roda dua atau empat. Jarak tempuh sekitar 230 km dengan waktu yang diperlukan sekitar 7 jam untuk sampai di Kolondale. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan jalur laut, yaitu naik speed boat yang memakan waktu tempuh sekitar 3 jam.

Tips Berwisata ke Cagar Alam Morowali

Tips ke Cagar Alam Morowali

Image Credit: Instagram.com @rahman6d

Untuk melakukan perjalanan ke kawasan Cagar Alam Morowali ini, pastikan Anda memiliki tubuh yang prima. Perjalanan jauh yang harus ditempuh berpotensi membuat Anda jatuh sakit. Selain itu, siapkan bekal makan yang cukup agar tidak kelaparan selama perjalanan. Dengan begitu liburan akan terasa lebih menyenangkan.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa liburan ke cagar alam satu ini tidak lengkap bila hanya dalam semalam. Perjalanan yang harus ditempuh telah memakan waktu yang cukup banyak, sehingga Anda harus menginap di sekitar Kolondale. Terdapat dua pilihan, yaitu menginap di rumah warga atau memilih memesan penginapan di sekitarnya.

Biaya yang dibutuhkan untuk menginap di hotel atau penginapan tentu tidak terlalu mahal. Akan tetapi, dapat dipastikan tempat yang tersedia nyaman dan cocok untuk Anda yang ingin melepas lelah. Dengan begitu, liburan kali ini juga tak akan memakan biaya banyak karena tiket untuk masuk ke lokasi wisata tidak dikenai biaya.

Berlibur ke salah satu pulau eksotis di Indonesia tak lengkap bila hanya menikmati wisata baharinya. Anda perlu eksplor lebih jauh seputar ekosistem botanika yang ada di dalamnya, seperti cagar alam. Di kawasan tersebut telah diubah menjadi area edukasi dan wisata yang cocok untuk melepas penat dan mengisi waktu liburan dengan lebih bermakna.