6 Oleh-Oleh Khas Tanjung Selor, Bulungan yang Wajib Dibawa Pulang

Berkunjung ke Bulungan terasa kurang lengkap tanpa berburu buah tangan khasnya yang unik. Inilah deretan oleh-oleh khas dari Tanjung Selor yang menarik untuk dibawa pulang.

Kalimantan Utara terkenal akan sejarah perdagangannya yang panjang. Apalagi Tanjung Selor merupakan wilayah Kesultanan Bulungan, dimana kota ini telah menjadi jalur perdagangan internasional sejak abad ke-19. Meskipun kedatangan banyak pedagang dari berbagai negara, tapi Tanjung Selor tidak kehilangan cita rasa khas kulinernya.

Kuliner khas kota ini kebanyakan terbuat dari olahan hasil laut. Masyarakat setempat berhasil mengolahnya menjadi kuliner yang dicari-cari wisatawan. Rata-rata memiliki cita rasa pedas, asin, manis dan gurih. Selain itu, bergizi tinggi karena hasil laut kaya akan nutrisi. Berikut rekomendasi oleh-oleh khas Tanjung Selor, Bulungan yang wajib dibeli.

1. Abon dari Kepiting Soka

Abon Kepiting Soka

Image Credit: Twitter.com @synthepilsizer

Bagi penggila kepiting berarti wajib mencoba makanan tradisional khas Tanjung Selor. Kepiting Soka nama kulinernya dan sangat digemari karena rasanya yang lezat. Jenis hewan laut ini tergolong rendah lemak dan kaya akan mineral. Satu kepiting mengandung protein, vitamin, serta omega 3 yang baik untuk kecerdasan. Jadi aman dikonsumsi asalkan tidak berlebihan.

Masyarakat Tanjung Selor gemar mengolah Kepiting Soka dengan berbagai cara. Paling favorit ditumis dengan saos berbumbu, lalu disantap bersama nasi putih hangat. Terkadang juga digoreng krispi dan didampingi sayur sop. Wisatawan bisa menikmatinya di sepanjang warung-warung makan pinggir jalan. Rata-rata harganya untuk satu porsi cukup terjangkau dan dijamin puas.

Selain diolah menjadi masakan, Kepiting Soka juga diolah menjadi abon untuk oleh-oleh. Kepiting tersebut dipanen ketika kulitnya masih lunak, meski sebenarnya cangkang kepiting ini tidak seperti spesies lain. Cangkangnya cenderung mudah dibuka dan bisa langsung dimakan habis. Itulah mengapa penduduk asli lebih suka mengolahnya karena tidak ribet melepas cangkang dulu.

Karena wisatawan akan kesulitan membawa kepiting soka yang masih hidup, maka warga setempat mengolahnya menjadi abon. Paduan rasa antara manis dan gurih terasa nikmat di lidah, dijamin Anda akan ketagihan. Abon sudah dibungkus dalam plastik agar praktis dibawa kemanapun. Cocok untuk camilan saat perjalanan atau santai, bisa juga dimakan bersama nasi hangat.

2. Kopi Arab

Kopi Arab

Image Credit: Facebook.com @siti.suniar.35

Sebenarnya minuman ini bukan berasal dari Tanjung Selor asli. Melainkan impor langsung dari Arab, namun memang terkenal di kota ini. Aroma kopi ini begitu menggoda siapapun untuk segera mencicipi. Masyarakat asli Tanjung Selor biasa menikmati Kopi Arab di pagi hari setelah sarapan. Terkadang kopi ini menjadi teman saat sore hari atau penghangat ketika hujan.

Meskipun Anda bisa merasakan secangkir kopi ini di warung kuliner, tapi disarankan langsung pergi ke Kampung Arab. Di tempat tersebut Anda dapat menyeruput secangkir kopi Arab asli. Kawasan penghasil ini juga diangkat sebagai salah satu wisata Tanjung Selor. Disini para wisatawan tidak hanya bisa menikmati kopi, tapi turut melihat bagaimana cara pembuatannya.

Kopi Arab sendiri terbuat dari aneka rempah, tak heran mengapa aromanya terasa menyegarkan. Bahan-bahan alami ini bermanfaat untuk mengembalikan kesegaran tubuh dan lebih enerjik. Sangat cocok diminum setelah lelah seharian keliling wisata di Tanjung Selor. Satu cangkir kopi diberi harga 10-15 ribu, memang agak mahal dibanding lainnya tapi berkhasiat.

Minuman khas Tanjung Selor ini sudah tersedia dalam bentuk kemasan. Jadi bisa diborong sebagai oleh-oleh untuk teman atau keluarga di rumah. Di balik kemasan sudah tertera bagaimana cara penyeduhan yang benar, agar khas rasanya tetap terjaga. Anda juga bisa menambahkan susu putih kalau kurang familiar dengan rasa pahitnya yang cukup kuat.

3. Lawa

Lawa

Image Credit: Twitter.com @melianach

Lawa dikenal sebagai hidangan khas Kerajaan Bulungan, bahkan dulu sering dijadikan sajian utama saat pesta kerajaan. Bahan utamanya terbuat dari timun, atau rumput laut yang jumlahnya berlimpah di pesisir Kalimantan Utara. Pertama timun atau rumput laut diiris tipis panjang. Kemudian diberi bumbu kelapa sangrai dan udang galah yang ukurannya besar.

Paduan rasa gurih, manis, dan segar khas laut menjadikan makanan ini favorit. Para wisatawan kerap memburunya ketika berkunjung ke Tanjung Selor. Menurut mereka rasanya kurang afdol jika belum mencicipinya. Biasanya kuliner khas ini disantap sebagai menu makanan pembuka. Jadi disajikan sebelum hindangan utama datang agar terasa nikmatnya.

Karena permintaan wisatawan yang tinggi, banyak yang mengemas Lawa menjadi oleh-oleh. Sayangnya makanan ini tidak bisa bertahan lama, mungkin masa tahannya sekitar 2-3 hari saja. Jadi ketika pertama kali beli langsung disantap saja, didampingi nasi hangat dan kopi Arab. Dari cara penyajian hingga rasa makanan ini seolah Anda sedang menyantapnya di daerah aslinya.

Belum banyak yang menjual lawa dalam bentuk kemasan. Hal ini karena sebenarnya kuliner tersebut lebih pas kalau disantap langsung. Namun ada beberapa yang membungkusnya dari warung makan dan dibawa pulang. Rasa gurih dan segar dari potongan sayur membuat Anda ketagihan. Bukan hanya udang galah, terkadang masyarakat setempat mencampurnya dengan kerang.

4. Amplang

Amplang Bandeng

Image Credit: Facebook.com @ishani.kapidaa

Amplang sudah dikenal sebagai cemilan khas Kalimantan Utara. Sehingga kurang afdol jika berwisata ke Tanjung Selor tanpa membelinya. Bahan utama ialah berbagai macam ikan yang diolah menjadi satu. Tapi umumnya menggunakan bahan dasar ikan bandeng, yang merupakan salah satu komoditas utama disini. Mengingat jumlah ikan bandeng cukup berlimpah di daerah ini.

Cara pembuatannya bisa ditiru oleh siapa saja, tapi anehnya rasa amplang tidak seenak dari asalnya. Hal ini karena adanya bumbu turun temurun yang tidak sembarangan dibagikan. Alhasil amplang tidak berbau amis padahal terbuat dari hasil laut. Itulah mengapa kuliner khas Kalimantan ini digemari oleh para wisatawan. Bahkan rela memborong dalam jumlah banyak.

Harga amplang ditawarkan cukup ramah kantong, per kemasan sudah ditakar beratnya. Untuk kemasan 250 gram biasanya dibanderol harga sekitar 30 ribu. Sedangkan 500 gram mulai harga 60 ribu, lalu kemasan 1 kg harganya lebih dari 70 ribu. Masing-masing diwadahi kemasan sendiri, jadi Anda tidak kerepotan jika perlu membawanya pulang untuk buah tangan.

Amplang mempunyai rasa gurih dan renyah, tak ayal sebagian orang menjadikannya sebagai cemilan di perjalanan. Kadang pula makanan khas Tanjung Selor ini dinikmati saat bersantai, baik mengobrol ataupun nonton tv. Amplang juga enak disantap sebagai pengganti lauk jika sedang malas memasak. Bisa juga dijadikan krupuk untuk pelengkap sarapan atau makan malam.

5. Lempok Cempedak

Dodol Rumput Laut

Image Credit: Budayalokal.id

Kalimantan Utara diberkahi kekayaan bahari yang melimpah, sehingga hasil lautnya seolah tak terhingga. Salah satunya rumput laut yang memiliki warna hijau dan teksturnya kenyal. Tumbuhan laut dari Tanjung Selor ini kerap didistribusikan ke berbagai daerah, bahkan sampai diimpor ke luar negeri. Hal tersebut karena rumput lautnya cukup berkualitas dan tekstur tidak berubah saat dimasak.

Masyarakat Indonesia umumnya mengolah rumput laut untuk campuran es. Terkadang diolah menjadi makanan untuk lauk sehari-hari. Sedangkan penduduk asli Tanjung Lor lebih kreatif, mengolah rumput laut menjadi oleh-oleh wisata. Sebut saja Lempok Cempedak atau biasa dikenal Lempok Rumput Laut. Bisa dibilang camilan ini sejenis dodol rumput laut yang juga terkenal di Lombok.

Lempok memiliki tekstur dan rasa yang mirip dodol, perbedaanya terletak pada cita rasa pedas pada lempok. Sehingga ketika digigit Anda akan merasakan sensasi pedas dan manis bercampur satu dalam lidah. Awalnya mungkin sedikit aneh di mulut tapi lama-lama enak dan ketagihan. Anda bisa menyantapnya untuk mengisi perut kosong saat siang hari atau sore.

Karena terbuat dari 100 persen rumput laut, Lempok Cempedak memiliki kandungan gizi cukup tinggi. Bisa dibilang sehat apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak, bahkan anak-anak pun tak masalah. Bagi yang sedang diet, camilan ini cocok untuk mengenyangkan perut sebelum jam makan berikutnya. Per satuan lempok dikenai harga antara 5-10 ribu tergantung dari beratnya.

6. Ikan Asin Richa

Ikan Asin Richa

Image Credit: Twitter.com @kumaedi07

Sebagai penghasil laut terbesar, Tanjung Selor mempunyai ikan asin richa sebagai komoditi andalan. Masyarakat setempat mengolahnya menjadi pendamping nasi subut, serta pengganti lauk lainnya. Kuliner khas Kalimantan Utara ini lebih dikenal dengan nama ikan asin pedas atau gami. Paduan rasa pedas, manis, dan gurih menjadi favorit para wisatawan.

Ikan asin richa paling nikmat ditumis dengan saus gurih, lalu disantap bersama sayur singkong tumis. Lalu sebagai pelengkapnya adalah sepiring nasi subut hangat. Perlu diketahui nasi subut ini tampilannya menarik yaitu nasi bewarna ungu. Warnanya didapatkan dari bahan ubi ungu, kemudian dicampur dengan bumbu khas dan bulir jagung.

Kelezatan dari masakan ikan asin richa cukup menjadi alasan, mengapa kuliner ini diburu wisatawan. Hingga penduduk asli Tanjung Selor mengolahnya menjadi oleh-oleh, agar lebih praktis dibawa pulang. Terkadang wisatawan membawa utuh gami ini karena ukurannya lumayan kecil. Tapi masalahnya cepat basi jika tidak segera dimakan karena sudah dibumbui.

Oleh karena itu, masyarakat setempat mengolahnya menjadi sambal dalam kemasan. Sambal tersebut memiliki rasa ikan asin richa yang khas, hanya terasa sedikit lebih pedas. Dikemas dalam botol dan plastik, Anda bisa memilihnya sesuai selera. Sangat cocok untuk buah tangan ke kerabat atau teman.

Tanjung Selor memiliki deretan wisata yang sayang bila dilewatkan. Tak heran para wisatawan terus berdatangan karena penasaran dengan kekayaan baharinya. Hasil laut dari daerah pesisir ini kerap diolah menjadi berbagai kuliner khas daerah. Bahkan rata-rata diolah sebagai oleh-oleh agar praktis dibawa pulang.