Masjid Sultan Suriansyah, Mengenal Sejarah Masjid Tertua di Banjarmasin

Masjid Sultan Suriansyah, Mengenal Sejarah Masjid Tertua di Banjarmasin
Harga Tiket: Gratis, Jam Operasional: 24 Jam, Alamat: Jl. Kuin Utara, Kuin Utara, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan; Map: Cek Lokasi

Masjid Sultan Suriansyah merupakan salah satu masjid terkenal yang berada di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Menjadi masjid tertua yang ada di Pulau Kalimantan yang berusia hampir ratusan tahun, menjadikan masjid ini banyak diminati wisatawan. Meskipun masjid ini sangat tua, bangunan masjid tetap berdiri kokoh dan kuat.

Sultan Suriansyah sendiri merupakan Raja Banjar pertama yang memeluk Islam pada masanya. Dan masjid ini pun didirikan pada masa pemerintahan beliau. Itulah mengapa masjid ini diberi nama Sultan Suriansyah. Sebagian orang juga menamainya Masjid Kuin karena lokasinya yang berada di Jalan Kuin Utara dengan nama kelurahan yang sama.

Saat Anda berlibur ke Banjarmasin jangan lupa untuk mampir ke tempat wisata satu ini. Sambil berlibur, Anda juga dapat memperdalam ilmu agama di sana. Bangunan masjid yang masih kental akan tradisi Banjar, menjadi ciri khas utama masjid satu ini. Selain itu, atap masjid pun dipenuhi ukiran-ukiran khas Banjar yang indah dan menawan.

Sejarah Singkat Masjid Sultan Suriansyah

Sejarah Masjid Sultan Suriansyah
Image Credit: Twitter.com @factworldx_x

Masjid Kuin merupakan masjid yang terletak di Banjarmasin. Menjadi masjid tertua di Kalimantan, membuat masjid ini sudah berusia hingga ratusan tahun lamanya. Meski begitu, masjid ini tetap tegak berdiri. Masjid ini menjadi tujuan wisata bagi wisatawan yang datang berkunjung ke masjid satu ini.

1. Dibangun Pada Masa Pemerintahan Sultan Suriansyah

Masjid Kuin dibangun pada tahun 1526-1550, tepatnya pada saat Banjar dipimpin oleh Sultan Suriansyah. Pada waktu itu, beliau merupakan raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam. Makam Sultan Suriansyah pun berada tidak jauh dari lokasi masjid dan biasanya dikunjungi banyak peziarah dari berbagai daerah di Indonesia.

Itulah sebabnya, untuk mengenang jasa Sultan Suriansyah, masjid ini dinamai persis dengan namanya. Namun, masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Kuin. Letak masjid ini berada di Kuin Utara. Kemungkinan hal itulah yang menjadi penyebab pemberian nama tersebut oleh masyarakat sekitar, maupun wisatawan yang berkunjung.

2. Menjadi Saksi Masuknya Islam ke Kalimantan Selatan

Pembangunan Masjid Sultan Suriansyah atau Masjid Kuin ini merupakan saksi awal masuk agama Islam di kalangan Raja Banjar. Pada masa itu, daerah yang dipimpin oleh Sultan Suriansyah diserang oleh kerajaan dari pamannya sendiri. Ia iri lantaran beliau bisa diangkat menjadi raja setelah diusir dari kerajaan tempat ia tinggal.

Namun sayangnya, dalam peperangan kali itu, Sultan Suriansyah mengalami kekalahan. Dirinya lalu meminta banjuan Kerajaan Demak, tapi dengan satu syarat. Jika dirinya menang, maka Sultan Suriansyah berserta rakyatnya, harus masuk Islam dan menjadi seorang Muslim. Dan benar saja, Kerajaan Banjar menang melawan kerajaan pamannya.

Alhasil, Sultan Suriansyah menjadi seorang Muslim pertama di Kerajaan Banjar, lalu diikuti oleh rakyatnya. Sebelum menjadi Sultan Suriansyah, ia merupakan pangeran Kerajaan atas Kerajaan Negara Daha. Nama asli beliau sebenanrnya adalah Pangeran Samudera. Namun, keahliannya dalam menjadi pemimpin jangan diragukan lagi.

Sejarah Masjid Sultan
Image Credit: Twitter.com @rumbunisme

3. Masjid Tertua di Banjarmasin, serta di Pulau Kalimantan

Masjid Kuin masuk dalam jajaran tiga masjid tertua yang ada di Pulau Kalimantan. Dua masjid lainnya ialah Masjid Basirih dan Masjid Besar. Masjid satu ini ditaksir sudah berusia sekitar 500 tahunan. Meski begitu, bangunannya masih kuat berdiri dan aman-aman saja untuk digunakan beribadah oleh masyarakat sekitar pada umumnya.

Masjid ini memang diprakarsai sendiri secara oleh Sultan Suriansyah pada masa pemerintahannya kala itu. Tidak heran, jika hampir seluruh bangunan masjid tersebut masih sangat kental akan kebudayaan Banjar. Dinding maupun atap pun juga terdapat banyak ukiran dengan tulisan jaman dahulu, yakni tulisan atau kata dari Bahasa Melayu.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi Masjid Sultan Suriansyah

Alamat Masjid Sultan Suriansyah
Image Credit: Twitter.com @aviatourtwit

Masjid Sultan Suriansyah menjadi masjid penuh sejarah yang berada di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Posisi tepatnya yakni berada di Jalan Kuin Utara, dengan nama kelurahan yang sama, dan masuk di Kecamatan Banjarmasin Utara. Masjid satu ini berada tepat di pinggir jalan besar yang umumnya dilewati masyarakat sekitar.

Jika Anda ingin berkunjung ke masjid satu ini, ada dua jalur yang bisa Anda coba, yaitu jalur darat dan jalur air. Masjid Kuin berada tidak jauh dari tepian sungai Kuin. Karena masjid ini bisa menjadi tempat wisata religius, warga pun berinisiatif untuk membuat transportasi khusus yang bisa digunakan wisatawan untuk pergi ke kawasan Masjid Kuin.

Alat transportasi air di sana bisa memakai perahu kayu, atau kendaraan serupa yang hampir mirip, seperti getek. Wisatawan yang datang berkunjung dapat menaiki transportasi tersebut. Tidak hanya menaiki suatu kendaraan air, pengunjung secara tidak langsung juga akan diajak untuk melakukan kegiatan susur sungai yang cukup panjang.

Sedangkan, untuk jalur darat, Anda bisa berangkat dari pusat Kota Banjarmasin. Jarak antara Masjid Kuin dengan pusat Kota Banjarmasin tidak terlalu jauh. Jarak antara pusat Banjarmasin dengan lokasi tepat Masjid Kuin sekitar 7,5 kilometer saja. Memakai kendaraan roda empat atau roda dua diperkirakan memakan waktu 16 menit perjalanan.

Untuk rutenya sendiri, dari Banjarmasin, Anda bisa memilih arah utara menuju Jalan Gatot Subroto dan Jalan H Mahat Kasan. Belok kiri ke Jalan Veteran, lalu belok kanan ke Jalan Simpang Sungai Bilu. Setelahnya belok kiri lagi ke Jalan Kp. Melayu Darat. Belok ke arah Jalan A Yani, lalu belok kanan ke Jalan Pangeran. Masjid pun akan terlihat dari sana.

Desain dan Ukiran di Masjid Sultan Suriansyah

Desain Masjid Sultan Suriansyah
Image Credit: Twitter.com @kliksamarinda1

1. Memakai Gaya Bangunan Masjid Demak

Berdasarkan catatan sejarah, Masjid Kuin sempat mengalami kekalahan lantaran berperang dengan pamannya sendiri yang berasal dari Kerajaan Daha. Untuk mensiasati kekalahan yang Banjar terima, Sultan Suriansyah meminta bantuan kepada Kerjaan Demak kala itu, namun dengan syarat jika menang harus masuk Islam.

Dan benar saja, Banjar menang melawan Daha. Sultan Suriansyah pun menjadi orang pertama dalam Kesultanan Banjar yang menjadi Muslim kala itu. Di saat yang bersamaan, beliau meminta dibangunkan masjid tersebut, tentu yang juga dibantu oleh Demak. Maka tidak heran, jika bangunan Masjid Kuin hampir mirip dengan Masjid Demak.

2. Ada Ciri Khas Bangunan yang Berbau Arsitektur Jawa

Karena meminta bantuan Demak pada kala itu, tidak heran lagi jika sebagian bangunan Masjid Kuin, seperti bangunan kebanyakan yang ada di Pulau Jawa. Ciri yang paling utama, yakni dari atap masjid. Atap masjid satu ini dibuat meruncing ke atas, seperti nasi tumpeng. Hal ini menunjukkan bangunan di Pulau Jawa yang dibuat semacam itu.

Tidak berkubah layaknya masjid pada umumnya, tetap membuat masjid ini diminati banyak wisatawan yang datang berkunjung. Meskipun, bangunan masjid terdapat unsur Jawa, tidak semuanya dibuat persis layaknya masjid Pulau Jawa. Bedanya, Masjid Kuin dibuat panggung karena tanah kawasan masjid ini merupakan tanah rawa yang berair.

Desain Masjid Sultan
Image Credit: Google Maps (Edy Suherman)

3. Bangunan Tetap Ada Budaya Kental Banjar

Meski ada ciri desain masjid di Pulau Jawa, bangunan dalam masjid masih tetap menekankan budaya Banjar dengan makna-makna tertentu. Ukiran tersebut kebanyakan bertuliskan tulisan Melayu. Jika diartikan, ukiran tersebut menjelaskan tentang awal mula pembangunan masjid. Pun ada tanggal dimana Masjid Kuin mulai dibangun kala itu.

Bangunan dalam masjid juga dibuat layaknya tatanan bangunan yang ada di Banjar. Seperti tempat imam yang dibuat terpisah, bangunan yang dibuat panggung, serta bentuk mimbar yang ada. Tidak hanya sampai di situ, atap bangunan dibuat bertingkat dimana jika di Banjar ini menyiratkan bahwa bangunan tersebut adalah ruang suci untuk ibadah.

4. Ukiran Buah-buah dan Bunga yang Sarat Akan Makna

Salah satu yang ukiran yang paling unik dan ada di bangunan Masjid Sultan Suriansyah adalah adanya ukiran buah-buahan, serta bunga di sekitaran bangunannya. Bukan tanpa alasan, buah tersebut memiliki makna tersendiri. Dan memang sengaja diukir di sana. Ukiran bunga dalam bangunan masjid menyimbolkan keindahan yang luar biasa cantik.

Untuk buahnya sendiri, terdapat manggis dan buah nanas. Manggis merupakan buah yang berwarna hitam di luar, namun berwarna putih di dalamnya, ini memberikan arti bahwa seburuk apapun tingkah laku manusia, pasti ada kenaikannya. Lalu makna nanas adalah pembersih hati dari pikiran yang buruk, sama halnya dengan zat peluntur yang ada dalam buah tersebut.

Fasilitas yang Tersedia di Masjid Sultan Suriansyah

Fasilitas di Masjid Sultan Suriansyah
Image Credit: Google Maps (Hery Syahrir)

Fasilitas utama yang ada dalam Masjid ini adalah tempat ibadah yang mewah, indah, dan cantik. Siapa pun yang datang boleh merasakan sensasi beribadah di masjid peninggalan Sultan Suriansyah tersebut. Dijamin Anda akan dibuat takjub dengan bangunan dan tatanan dalam masjid, serta luasnya area di dalamnya.

Toilet pun juga sudah disediakan pengelola masjid dan selalu dalam keadaan yang bersih. Teras masjid yang luas juga memungkinkan kendaraan pengunjung yang datang dapat masuk di kawasan masjid. Tidak ada biaya apapun yang perlu Anda keluarkan. Jika memang Anda berniat membayar, masukkan saja dalam kotak amal yang disediakan.

Selain itu, ada dua makam yang berdekatan dengan area masjid. Salah satu dari makam tersebut, merupakan makam milik Pangeran Samudera atau Sultan Suriansyah. Di sebelahnya juga terdapat makam petinggi Islam di Banjar pada masanya. Dengan mengunjungi Masjid Kuin, Anda bisa juga berziarah ke makam beliau.

Fasilitas kendaraan air bagi Anda yang ingin menaiki transportasi air juga menjadi fasilitas yang banyak diburu pengunjung. Selain menaiki perahu, Anda juga bisa melakukan kegiatan susur sungai di sepanjang Sungai Kuin. Kegiatan satu ini dijamin akan sangat mengasyikkan dan seru. Terlebih jika Anda naik bersama rombongan.

Biaya sewa perahu yang dikenakan akan sangat murah dan cukup terjangkau. Mungkin sekitar Rp 5.000,00 sampai dengan Rp 15.000,00 an saja per orang. Jangan lupa juga untuk pergi ke pusat perbelanjaan oleh-oleh atau buah tangan yang ada di sekitar. Area masjid cukup strategis karena berada di pinggir jalan besar yang ramai dilewati.

Cukup menarik, bukan? Mengunjungi Masjid Sultan Suriansyah sebagai destinasi liburan religius Anda bersama keluarga akan sangat cocok dilakukan. Tidak hanya berlibur, Anda juga akan belajar tentang bagaimana sejarah dibangunnya masjid ini. Anda juga akan meraskan perjuangan Sultan Suriansyah dulu dalam memenangkan peperangan bersama pamannya sendiri.