Karst Sangkulirang Mangkalihat, Destinasi Eksotis Dipenuhi Lukisan Purba

Karst Sangkulirang Mangkalihat menyuguhkan pesona alam dan peninggalan prasejarah yang menarik dieksplor. Wisata alam eksotis di Kutai Timur untuk melihat peninggalan lukisan purba.

Lokasi: Pengadan, Kec. Karangan, Kab. Kutai Timur.
Map: Cek Lokasi

Kalimantan Timur selalu menjadi tujuan wisata oleh para pelancong baik itu dari dalam maupun luar negeri berkat keindahan alamnya. Misalnya saja di Karst Sangkulirang yang berada di Kutai Timur. Bukan hanya tawarkan keindahan alamnya, disini Anda pun bisa menyaksikan sejarah secara langsung bagaimana lukisan ala manusia di zaman prasejarah. Penasaran? Berikut penjelasannya.

Daya Tarik yang Ditawarkan Karst Sangkulirang

Daya Tarik Karst Sangkulirang

Image Credit: Twitter.com @d7newscom

Karst Sangkulirang terletak di Kalimantan Timur, lebih tepatnya di Kutai Timur ini menyajikan pemandangan alam yang sungguh luar biasa. Layaknya karst pada umumnya, di kawasan ini pula dikelilingi oleh beberapa dinding terjal, gua bawah tanah dengan ukiran alam eksotis, serta perbukitan hijau yang membuat siapapun memandangnya terkagum kagum.

Keindahan kelompok karst berukuran raksasa ini luasnya mencapai 1,8 juta hektar, yang mana membentang mulai dari Kabupaten Kutai Timur hingga Kabupaten Berau. Namun terdapat kawasan ekosistem inti yang hanya seluar 550 hektar saja. Sungguh kawasan satu ini menjadi aset bangsa yang sangat berharga lantaran memiliki nilai ekonomi, budaya, sosial, dan ilmiah.

Bahkan dalam sebuah penelitian menjelaskan jikalau kawasan Karst Sangkulirang ini memberikan informasi mengenai jejak manusia purba. Dimana informasi tersebut bisa ditengok dari lukisan tangan, gambar perahu, dan lukisan berbagai jenis binatang yang tergambar jelas di dinding gua. Lukisan tersebut konon katanya telah ada sekitar 10.000 tahun Sebelum Masehi.

Selain itu, di tempat ini pula ditemukan tulang, wadah yang terbuat dari tanah liat, serta peralatan dai batu. Penemuan tersebut diperkirakan oleh para peneliti merupakan peninggalan dari rumpun manusia purba Austronesia. Mereka pula beranggapan jika manusia purba tersebut mengawali penyebarannya dari pegunungan Karst Sangkulirang.

Sehingga bisa diartikan, jika kawasan satu ini menjadi titik awal kemunculan manusia purba yang ada di nusantara. Ketika dieksplorasi lebih dalam lagi, kawasan karst ini pula memiliki beberapa bagian pada puluhan gua berlorong panjang dengan hiasan ornamen alaminya. Bukan hanya itu saja terdapat pula stalagtit dan stalagmit yang sangat mengagumkan.

Daya Tarik dari Karst Sangkulirang

Image Credit: Twitter.com @myheartamerica

Flowstone yang bisa dijumpai disini pula telah terjajar indah sehingga memancarkan kristal kalsit yang begitu memukau mata. Bila Anda tertarik mengeksplorasinya, maka akan menjadi tantangan sendiri. Pasalnya, ketinggian air di dalam gua di setiap spotnya berbeda. Untuk itu, diperlukan tenaga yang ekstra agar bisa mencapai ke dalam gua di objek wisata ini.

BACA JUGA:  10 Taman di Balikpapan yang Cocok untuk Refreshing

Karst Sangkulirang pula menyimpan potensi alam yang sangat melimpah. Mulai dari sungai bawah tanahnya, hutan kayu dan hutan non kayu, bebatuan mineral, potensi wisata alam, serta sarang burung walet yang cukup menjanjikan. Bila bertandang kesini, Anda pula bisa menyaksikan secara langsung habitat asli dari orangutan yang mana merupakan hewan endemik Kalimantan Timur.

Berbagai spot wisata yang disuguhkan, tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Jadi tak heran jika banyak sekali pelancong yang berdatangan hanya untuk menyaksikan secara langsung bagaimana penampakan keindahan ciptaan sang Maha Kuasa, serta peninggalan dari manusia purba di zaman terdahulu.

Salah satu hal menarik yang tak bisa dilewatkan yakni sebagai bukti nyata bahwa lokasi ini merupakan wilayah kehidupan masyarakat Dayak Basap. Dimana masyarakat Dayak Basap tersebut menempati desa ataupun beberapa dusun kecil yang berada di sekitar kawasan Karst Sangkulirang, Tanjung Mangkaliat, dan Marebu Mapuluh.

Alamat & Rute Menuju Lokasi Karst Sangkulirang

Rute Karst Sangkulirang

Image Credit: Twitter.com @dlhprovkaltim

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bila Karst Sangkulirang ini merupakan pegunungan yang membentang luas hingga dua kabupaten. Sehingga untuk bisa mencapainya, terdapat berbagai lokasi sebagai pilihan. Salah satunya melalui Desa Pengadan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Untuk bisa mencapai Kecamatan Karangan tersebut, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 335 kilometer atau sekitar 8 jam 48 menit dari Samarinda. Kendaraan yang bisa digunakan yakni umum maupun pribadi. Selain ke Kecamatan Karangan, Anda pun bisa menuju daerah berbatu melalui jalur alternatif Hambur Batu Desa Tepian Langsat selama kurang lebih 7 jam.

Daerah berbatu tersebut sebetulnya merupakan salah satu pintu masuk menuju Karst Sangkulirang. Dari sini, perjalanan akan dilanjutkan dengan menggunakan perahu khas atau yang biasa disebut dengan ketinting milik warga untuk sampai ke tujuan selanjutnya yakni Batu Gergaji. Perjalanan menggunakan perahu tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam.

Jarak tempuh tersebut dipengaruhi oleh laju perahu, yang mana jikalau di musim kemarau perahu akan melaju lebih lama dibandingkan musim hujan tiba. Meski begitu, di kala kemarau akan menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan dan jarang sekali ditemukan. Pasalnya, Anda akan menjumpai berbagai rintangan di setiap perjalanannya.

BACA JUGA:  Fakta Jembatan Mahakam Kebanggan Kalimantan Timur

Baru kemudian Anda akan sampai di Pos Tewet, lalu melanjutkan perjalanan kembali kurang lebih 2 jam untuk sampai di Gua Tewet. Sebetulnya, Pos Tewet kerap digunakan sebagai tempat beristirahatnya para wisatawan untuk menuju lokasi wisata. Gua Tewet pula termasuk ke dalam destinasi wisata yang berada di wisata karst ini yang patut untuk dijajal.

Destinasi wisata alam ini sebetulnya masih sangat alami, sehingga tidak dikenakan tarif untuk memasukinya. Hanya saja Anda perlu memberikan biaya kontribusi untuk warga sekitar yang telah membantu mengantarkan ke Pos Tewet menggunakan ketinting atau perahu. Biaya yang perlu dikeluarkan pun pastinya tidak akan merogoh kocek terlalu dalam.

Sementara untuk jam operasionalnya, Karst Sangkulirang dibuka selama 24 jam penuh. Namun alangkah baiknya, jika Anda memperkirakan waktu yang tepat untuk berkunjung. Jika Anda sampai di Pos Tewet pada petang hari, maka bisa bermalam di hunian yang disediakan atau mendirikan tenda. Baru kemudian melanjutkan perjalanan memasuki kawasan Karst di Kutai Timur ini.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan di Karst Sangkulirang Mangkalihat

Aktivitas di Karst Sangkulirang

Image Credit: Facebook.com @travelxpose

1. Hiking

Keberadaan Karst Sangkulirang yang merupakan gugusan perbukitan dan tebing membentang lebar ini, sehingga membuat para pengunjungnya harus melakukan penjelajahan terlebih dahulu. Biasanya para pengunjung memulai penjelajahannya dari Pos Tewet. Hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan perjalanan yakni berbagai perlengkapan hiking serta stamina tubuh.

Jangan lupa mempersiapkan air minum dan survival kit, untuk menghadapi rintangan selama perjalanan. Sepanjang jalan, Anda akan menjumpai keberagaman flora dan fauna endemik Kalimantan yang jarang sekali ditemukan di daerah lainnya. Bahkan jikalau beruntung, Anda pun bisa menyaksikan secara langsung bagaimana habitat asli dari orang utan dan burung Enggang.

2. Panjat Tebing

Selain melakukan hiking, perjalanan pula harus dilanjutkan dengan cara panjat tebing. Seperti halnya yang telah dijelaskan sebelumnya, jika Karst Sangkulirang terdapat gugusan tebing yang menjulang tinggi. Untuk itu, sebelumnya Anda harus mempersiapkan diri menggunakan berbagai perlengkapan yang sesuai keamanan panjat tebing agar lebih safety.

3. Susur Gua

Usai panjat tebing, selanjutnya Anda bisa melakukan susur gua di beberapa gua yang terdapat di kawasan pegunungan karst ini. Sebetulnya bukan hanya gua saja, terdapat pula cerug yang tersebar di beberapa sudutnya. Perbedaan antara gua dan cerug bisa ditengok dari penampilannya, yang mana cerug hanyalah sebuah lubang kecil sementara gua memiliki lubang berukuran lebih besar.

BACA JUGA:  Rumah Ulin Arya, Destinasi Wisata Keluarga Populer di Samarinda

4. Eksplorasi Flora dan Fauna

Hutan hujan tropis yang menjadi kawasan Karst Sangkulirang pula menyuguhkan flora dan fauna endemik Kalimantan Timur. Mulai dari tumbuhan atau hewan yang kerap dijumpai hingga tumbuhan atau hewan yang dicap langka. Kekayaan sumber daya alam semacam inilah, terkadang dimanfaatkan oleh para pengunjung sebagai bahan eksplorasi.

5. Eksplorasi Peninggalan Manusia Purba

Salah satu hal yang membuat objek wisata ini menjadi tempat paling istimewa yakni adanya peninggalan manusia purba yang berupa lukisan di dinding gua, tulang, berbagai peralatan dari batu, dan masih banyak lainnya. Keberadaan peninggalan prasejarah tersebut ternyata tersebar di pegunungan Gergaji di kawasan Karst Sangkulirang. Jadi tak heran jika kegiatan eksplorasi disini akan terasa menyenangkan.

Fasilitas yang Tersedia di Karst Sangkulirang Mangkalihat

Fasilitas di Karst Sangkulirang

Image Credit: Twitter.com @kliksangatta

Meskipun wisata alam ini telah diakui oleh dunia, namun destinasi wisata ini masih terbilang sangat alami. Sehingga fasilitas yang diberikan pun hanyalah beberapa, misalnya saja di Pos Tewet. Dimana di Pos Tewet ini, Anda akan menjumpai sebuah bangunan dari kayu yang memang sengaja dibangun untuk tempat peristirahatan para pengunjung.

Sementara di beberapa tempat selanjutnya merupakan alam belantara yang masih sangat terjaga. Anda tidak akan menjumpai fasilitas buatan pihak pengelola, hanya ada hamparan pepohonan serta tebing yang menjulang tinggi. Meskipun begitu, bagi Anda yang memiliki jiwa petualang pastinya tidak akan merasa kekurangan karena bisa memanfaatkan berbagai sumber daya disekitar.

Perjalanan yang dibutuhkan untuk mencapai Karst Sangkulirang sangatlah lama, sehingga Anda disarankan untuk bermalam di beberapa penginapan sekitar Kutai Timur. Misalnya saja di Hotel Kalimaya Bengalon yang berjarak kurang lebih 5 jam dari pusat kota Samarinda. Atau bermalam di Hotel Citra Nusantara dengan jarak tidak jauh beda yakni 5 jam 19 menit dari Samarinda.

Karst Sangkulirang bisa digunakan sebagai alternatif liburan bagi Anda yang ingin menaklukan bagaimana liarnya medan perjalanannya disini. Bukan hanya itu saja, berkat adanya peninggalan prasejarah yang begitu berarti tersebut, tempat ini dianggap sebagai salah satu tempat bersejarah yang patut untuk dilindungi pemerintahan setempat.