Benteng Tabanio, Benteng Bersejarah dengan Bentuk yang Unik di Tanah Laut

Benteng Tabanio, Benteng Bersejarah dengan Bentuk yang Unik di Tanah Laut
Harga Tiket: Gratis, Jam Operasional: Tutup 18.00 WITA, Alamat: Desa. Tabanio, Kec. Takisung, Kab. Tanah Laut, Kalimantan Selatan ; Map: Cek Lokasi

Indonesia adalah salah satu negara destinasi wisata favorit banyak orang terutama wisatawan mancanegara karena ada banyak sekali tempat wisata dengan konsep beragam di Indonesia. Tidak hanya berupa tempat wisata alam seperti pantai, gunung, bukit, hingga air terjun saja, namun ada juga wisata sejarah seperti Benteng Tabanio di Kabuapten Tanah Laut, kawasan Kalimantan Selatan.

Keberadaan tempat-tempat wisata yang menyimpan nilai historis menjadi bukti bahwa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa negara lain. Hingga saat ini, benteng tersebut masih berdiri kokoh dan dibuka untuk masyarakat umum. Sehingga siapa saja yang ingin melihat wujud benteng secara fisik bisa berkunjung ke lokasi benteng bersejarah ini.

Jejak peradaban bangsa negara lain yang menjajah Indonesia masih tersimpan rapi dalam bentuk bangunan-bangunan. Biasanya bangunan peninggalan hasil penjajahan memiliki bentuk yang unik dan khas dari negara penjajah. Selain Benteng Tabanio di kawasan Kalimantan Selatan, masih banyak bangunan bersejarah lainnya yang tersebar di seluruh wilayah.

Daya Tarik yang Dimiliki Benteng Tabanio

Daya Tarik Benteng Tabanio
Image CRedit: Facebook Budian Noor

1. Memiliki Sejarah yang Menarik

Berdasarkan sejarahnya, benteng tersebut dibangun karena dampak perjanjian antara Sultan Banjar dengan VOC di tanggal 6 Jul 1779. Terdapat pengaturan terkait pembangunan benteng di wilayah Tabanio pada pasal 7 dari perjanjian itu. Saat itu, wilayah Tabanio adalah perkampungan yang memiliki potensi ekonomi tinggi.

Wilayah perkampungan yang terletak di sekitar sungai Tabanio dan dibangun Benteng ini memiliki potensi ekonomi berupa tambang emas, perikanan, dan hasil lada. Pada tahun 1859 tepatnya tanggal 27 Juli, benteng dikepung oleh bangsa Belanda dan mereka memiliki kekuatan besar.

Seorang pejuang Indonesia bernama Haji Boejasin mempunyai pasukan untuk menyerang penjajah dan pasukannya memasang jebakan di sekitar benteng tersebut. Banyak pasukan Belanda yang tewas terkena jebakan tersebut.

Akhirnya benteng berhasil jatuh di tangan pasukan Haji Boejasin dan dibantu oleh Demang Lehman yang merupakan panglima Pangeran Antasari. Akan tetapi, keberhasilan Haji Boejasin dalam merebut benteng membuat Belanda marah lalu menyerang benteng kembali bersama dengan pasukan bayaran dari bajak laut Bone.

2. Haji Boejasin Termasuk Salah Satu Pahlawan Pejuang Indonesia

Haji Boejasin dan pasukannya sangat berjasa bagi Indonesia karena beliau pernah merebut Benteng Tabanio dari tangan Belanda. Meskipun hanya 5 bulan menduduki benteng tersebut, namun rakyat Indonesia sangat mengapresiasi perjuangan dan semangat beliau yang tidak kenal pamrih dan lelah.

Perjuangannya yang terakhir kalinya adalah saat beliau bertemu dengan Pembakal Bonang yang menduduki Tanah Dusun di sungai Lituni yang ada di Kalimantan Tengah. Pada saat itu, beliau gugur di tanggal 26 Januari 1866. Usianya masih 29 tahun sehingga Haji Boejasin merupakan mujahid sekaligus pahlawan pejuang Indonesia.

Daya Tarik di Benteng Tabanio
Image Credit: Google Maps Singgih Widodo

Bentuk penghormatan untuk Haji Boejasin yang berpengaruh besar terhadap jatuhnya Benteng Tabanio di tangan pihak Indonesia adalah diabadikannya nama beliau menjadi nama sebuah rumah sakit yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Adapun rumah sakit yang dimaksud adalah Rumah Sakit Haji Boejasin.

3. Mempunyai Bentuk yang Unik

VOC Belanda membangun benteng dengan bentuk yang unik yaitu segiempat dan tidak beraturan. Di setiap sudut bentengnya dilengkapi oleh bastion berbentuk bundar. Bagian pintu gerbang benteng menghadap ke arah laut. Kemudian bagian tembok bentengnya tingginya sama dengan tinggi tubuh gapura.

Sebenarnya C.F. Reimer yang merupakan insinyur asal Belanda sudah memiliki rancangan untuk desain benteng di tahun 1791, akan tetapi tidak direalisasikan. Benteng di kawasan Desa Tabanio tersebut pernah terdaftar dalam jajaran benteng kelas 4 bagi pihak Belanda.

Cerita sejarah dimana saat Perang Banjar yang terjadi pada tahun 1859-1863 tercatat dimana Haji Boejasin dan Kiai Langlang berhasil menduduki benteng dan menghabisi pos yang ada di benteng. Namun, Agustus 1859 benteng direbut kembali oleh Belanda dan menempatkan 2 meriam dan 50 prajurit di benteng untuk dijadikan basecamp.

Kondisi Benteng Tabanio kini tidak seperti benteng-benteng bersejarah pada umumnya. Bentuknya sudah tidak terlihat seperti bangunan lagi karena disebabkan oleh erosi sungai. Sekarang kondisi benteng telah tertutup oleh rumput dan tanah serta dikelilingi pemukiman warga. Hanya tinggal bekas peluru dan batu bata saja.

Alamat, Rute Lokasi dan Tiket Masuk

Lokasi dan Tiket Masuk
Image Credit: Twitter #CagarBudaya

Berdasarkan letak astronomis, lokasi benteng ada di Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Tanah Laut. Benteng bersejarah ini terletak di Kecamatan Takisung, Desa Tabanio. Dari Banjarmasin menuju ke Pleihari jarajnya sekitar 99 km. Sementara itu, dari Pleihari menuju ke benteng jaraknya sekitar 34 km.

Sedangkan berdasarkan letak geografis, lokasinya berbatasan dengan lokasi pemukiman warga di sebelah selatan. Sementara itu, di sebelah baratnya berbatasan dengan lokasi Laut Jawa dan di sebelah timur serta barat berbatasan dengan lokasi Sungai Tabanio. Lokasi benteng terletak di atas lahan seluas 20.000 meter persegi.

Karena bentuk bangunan benteng sudah tidak utuh bahkan hampir rata dengan tanah, maka wisatawan yang datang ke lokasi tidak dikenakan biaya masuk sama sekali. Apalagi di lingkungan sekitaran benteng telah dipadati oleh rumah-rumah para penduduk dan sisa bastion di sebelah barat kini ada di pondasi rumah warga.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Benteng Tabanio

Kegiatan Menarik di Benteng Tabanio
Image Credit: Facebook Bahasa Banjar

1. Berfoto di Sekitar Sisa Bangunan Benteng

Meskipun bangunan benteng sudah tidak utuh seperti bangunan benteng pada umumnya, masih ada bekas peluru dan batu bata yang memiliki nilai historis. Wisatawan bisa berfoto di area dimana letak bekas peluru dan batu bata tersebut berada. Selain itu, ada juga bekas bastion berupa gundukan tanah.

2. Menggali Informasi Terkait Benteng

Benteng Tabanio memang sudah tidak berbentuk utuh lagi, namun wisatawan bisa menggali informasi terkait benteng tersebut dengan bertanya kepada masyarakat sekitar yang mengetahui sejarahnya. Wisatawan juga bisa meminta warga setempat untuk menjadi guide saat berkunjung ke benteng.

3. Melihat Lukisan Tiruan di Dalam Museum

Jika wisatawan ingin melihat seperti apa desain dari bagian depan benteng, bisa datang ke museum untuk melihat lukisan tiruan yang ada di dalamnya. Walaupun memang kondisinya telah tertutup rumput dan tanah, dan juga dikelilingi oleh pemukiman warga.

Fasilitas yang Tersedia di Kawasan Benteng

Image Credit: Google Maps ahyaru andrestyo

Untuk fasilitas, terdapat tempat parkir yang cukup luas untuk parkiran kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain itu, karena lokasi Benteng Tabanio dekat dengan pemukiman warga, maka wisatawan bisa meminta warga untuk menjadi guide.

Bentuk bangunan benteng sudah tidak utuh, namun masih ada bekas peluru dan batu bata yang tersisa dari bangunan bersejarah tersebut. Wisatawan yang datang berkunjung bisa berfoto di lokasi ini.

Ada juga museum yang lokasinya dekat dengan keberadaan bekas bangunan benteng yang di dalamnya terdapat lukisan tiruan. Lukisan tersebut menggambarkan desain benteng di bagian depan.

Benteng Tabanio merupakan salah satu tempat wisata bersejarah yang bisa dikunjungi di wilayah Kalimantan Selatan. Wisatawan yang datang bisa melihat reruntuhan benteng meskipun sudah hampir rata menjadi tanah.